karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)

31.12.11

begitulah hidup..

"setiap urusan anak Adam adalah kebaikan"
tergantung bagaimana cara memaknai dan menyikapi urusan itu..
sebanyak-banyak urusan di dunia ini dengan berbagai ragam dan macamnya, pada dasarnya tidak lain hanyalah berupa hal yang baik dan hal yang tidak atau kurang baik, dalam pandangan mata duniawi kita, manusia
tapi di sisi Allah, semua urusan itu intinya adalah kebaikan, yang dibungkus dengan beda kemasan

alangkah indahnya Islam
alangkah Maha Baiknya Allah mengemas urusan anak Adam
jika urusan itu berupa hal yang baik dan kita bisa mensyukurinya, maka syukur itu adalah kebaikan
dan jika urusan itu pula hal yang menyusahkan, menyedihkan, membuat kita berduka cita dan kita bisa bersabar menghadapinya, maka kesabaran itu adalah juga kebaikan
maka alangkah beruntungnya juga kita menjadi bagian dari anak cucu Adam
yang jika mendapat ujian bala atau cobaan, tetap saja berakhir dengan kebaikan

mungkin ada sebagian manusia oportunis yang menginginkan kebaikan dan nikmat kurnia saja dalam hidupnya
tanpa menginginkan adanya ujian dan cobaan datang dalam hidupnya, serta bersedih hati jika menghadapinya,
bukankah hal itu sama saja dengan makan nangka tanpa mau terkena getahnya?
juga tak jauh beda dengan menginginkan mawar tanpa durinya

tapi
"apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang padamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?
mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya,
“Kapankah datangnya pertolongan Allah?”
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."

kita senang dan gembira jika mendapat nikmat atas diri kita
lantas mengapa harus berduka jika sebaliknya? menerima ujian bala dan cobaan
bukankah jika kita bersabar menghadapinya akan menjadi kebaikan?
bukankah ada akhir yang baik dengan pertolongan Allah dekat padanya?

bayangkan saja kita sedang berlomba lari halang rintang di lintasan hidup kita sendiri
tanpa orang lain seorang pun di lintasan kita
hanya ada kita dengan segala rintangan dan masa yang senantiasa berjalan menghantar kita sampai ke garis finish akhir tujuan
sedangkan Allah sudah menyediakan hadiah bagi sang pemenang perlombaan, berupa kebaikan
indah bukan?
karena bagaimanapun juga akhirnya kita sendirilah pemenangnya, kalau kita ikut aturan permainan dan sampai di garis akhir lintasan
kalau kemudian kita menghindari halangan dan rintangan yang ada di lintasan, apa lantas kita disahkan ikut perlombaan?
dan layakkah kita sampai di garis akhir perlombaan untuk mendapat hadiah yang disediakan?
tentu saja tidak!
pasti tidak layak..

jadi
apapun yang ada di lintasan hidup kita, mari berpacu dengan waktu, menikmati perlombaan dan mengatasi rintangan-rintangan untuk sampai ke tujuan, mendapat balasan dari apa yang kita usahakan

30.12.11

Seperti dia yang bukan 'Muhammad', aku juga bukan 'Khadijah'..

membaca artikel  http://myquran.org/forum/index.php/topic,73947.0.html memunculkan ingatan tentang seseorang.. seorang tetangga sebelah dari waktu dulu kala.. seseorang yang katanya sama sekali jauh.. jauh berbeda dengan 'Muhammad' muda.. (meski seseorang yang lain mengharapkannya jadi 'Khadijah' dalam hidupnya.. ops!) semoga sekarang sudah tumbuh tunas-tunas 'Muhammad' muda itu dalam dirinya.. meski tidak harus tidak ada 'Khadijah' lain datang lagi di hidupnya.. hohoho..

membaca dan mengingatnya jadi memikirkannya..
waktu akan berlalu membuktikan segalanya
bahwa semua akan indah pada waktunya..
seperti Muhammad Abu Qasim dan sayyidah Khadijah ath-Thahirah
insyaallah..

~ | | ~


belajar.. belajar.. belajar..

memperhatikan sekitar sungguh bisa membuat kita bercermin
dan bahkan mengambil pelajaran serta manfaat daripadanya

mari mengingat kembali hari-hari di hidup kita
pernahkah seseorang meminta sesuatu pada kita?
apa yang membuat kita memberi yang dimintanya?
karena haknya? atau karena itu kewajiban kita?
karena iba? atau mungkin karena sayang?

**

sesaat selepas menyelesaikan salam sebagai penutup solat, seorang hamba Allah mengangkat kedua tangannya dengan khusuk sembari berkomat-kamit beberapa menit untuk selanjutnya menyudahinya dengan menelungkupkan kedua tangan ke muka, mengaminkan doa yang tadi dibisikkan kepada rabbNya
memangnya kenapa?
ya nggak apa-apa, sudah lumrah
selepas solat adalah waktu ijabah doa
tapi adakah pelajaran yang bisa diambil dari sana?

sungguh secara manusiawi kalau ada seseorang yang meminta sesuatu kepada kita dengan terlebih dahulu mengambil hati kita (tentu saja dengan ikhlas sebenar-benarnya), bukankah akan lebih baik kesudahannya?
dibandingkan dengan mereka yang datang tanpa basa-basi kemudian meminta dan berharap akan diberi?

jika kita sendiri merasa senang diperlakukan sedemikian, mengapa tidak kita usahakan cara yang demikian saat kita mengangkat tangan meminta padaNya? saat kita membutuhkanNya?
memanglah Allah tidak membutuhkan pujian kita, tapi apa salahnya kalau kita melakukannya?
sama saja bagi Allah jika kita memujiNya atau mengabaikanNya, tidak berkurang sedikitpun kemuliaan dzatNya atau sebaliknya bertambah kekuasaanNya dengan apa yang kita perbuat padaNya
tapi di pihak kita-lah yang seharusnya menyadarinya
setidaknya jika kita mempersembahkan yang terbaik kepadaNya sebelum menuntut apa-apa dariNya, hal itu akan menjadi satu poin lebih sebagai pertimbangan dikabulkannya munajat kita
bukankah Allah itu dekat? yang kalau kita mendekat sejengkal kepadaNya, maka Ia akan mendekat sehasta? dan kalau kita melangkah datang kepadaNya, maka Ia akan datang berlari menyambut kita?

lepas dari itu semua, ada yang lebih baik, dan yang terbaik yang bisa dilakukan oleh seorang hamba terhadap rabbNya
dikatakan bahwa seorang arif adakalanya tidak minta apa-apa kepada rabbNya karena mereka sibuk berdzikir dan tidak sempat meminta-minta
mereka sadar diri bahwa Allah lebih bijaksana dan Maha Tahu keadaan hambaNya
Allah lebih sayang dan cinta kepada hambaNya lebih dari siapapun atau apapun juga
sehingga ada saatnya apabila hati cenderung kepada doa, maka lebih baik berdoa, dan apabila cenderung kepada diam tidak berdoa, maka lebih baik tidak berdoa dan cukup memperbanyak dzikrullah


kepada orang yang berpuasa, Allah dengan terang melebihkan dan memuliakannya
"ia tidak makan dan minum dan meninggalkan nafsunya karena Aku. puasa adalah untukKu, dan Aku-lah yang akan membalasnya, dan setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipatnya". woww!!
adakah yang lebih indah dan sempurna selain dari kelebihan di sisi Allah?
tanpa diminta, Allah sudah menjaminnya untuk kita dan tentu saja lebih baik kesudahannya bagi kita hambaNya

mari belajar untuk menjadi lebih ber'adab' di hadapan Allah
terutama jika kita masih ada pengharapan kepadaNya

29.12.11

general check-up

Assalamualaikum iman..
Bagaimana kabarmu hari ini?
Adakah engkau lebih baik dari kemarin,
masih sama saja seperti kemarin,
atau bahkan kurang daripada kemarin?
Jangan lah.. Nanti kita termasuk golongan orang yang merugi..
Naudzubillah!

Lantas bagaimana usaha kita mengantisipasi dan atau mengatasinya?

Kita ingat kembali, bahwa evaluasi diri kita ditentukan oleh amal perbuatan kita, baik yang lahir maupun yang batin, yang nampak ataupun yang tak tampak.

Amalan yang wajib, sememangnya sudah harus kita lakukan karena kita bergelar makhluk, yang harus mengabdi kepada khaliknya. Tapi bagaimana untuk melengkapkan, memperbaiki, atau menambahi kekurangan yang wajib itu? Atau jika amalan wajib sudah bisa kita buat dengan semaksimal mungkin semampu kita, why not kita menambahi nilainya agar bonusnya lebih dan lebih lagi?

Ternyata jalan untuk kesana sudah terbuka lebar, Allah sudah memberikan kesempatan pada kita berupa amalan-amalan sunnah. Jika amalan wajib kita sudah baik, maka amalan sunnah akan menyempurnakannya. Dan jika amalan wajib kita masih ala kadarnya, maka amalan sunnah itulah yang kita harap kelak akan menutupi kekurangannya. Karena kita sadar, tak ada manusia yang sempurna. Bahkan nabi saw, bukankah beliau adalah manusia yang tanpa cela? Tapi, tentu kita tahu bahwa nabi tidak hanya duduk diam menikmati kesempurnaannya. Justru sebaliknya, selalu berbuat yang terbaik sebagai contoh dan tauladan bagi umatnya.

Mari kita mencoba melihat 'kisi-kisi' yang bisa membantu kita bernilai lebih.

Rasulullah saw bersabda, “Amal manusia akan dilaporkan setiap Senin dan Kamis. Allah di hari itu akan memberikan ampunan kepada setiap orang yg tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, kecuali seorang yang bermusuhan dengan saudaranya. Allah berfirman (kepada Malaikat) tinggalkanlah dua manusia itu hingga keduanya berdamai.”

Alhamdulillah, setidaknya dengan tahu hadits di atas, kita sedikit tahu "jalan pintas" untuk meningkatkan performa kita. Ya, Senin dan Kamis kuncinya..

Paling tidak, di dua waktu itu kita bisa mencuri start untuk tampil prima, meskipun bukan berarti mengabaikan waktu yang lain (yang ini ada hubungannya dengan kontinyuitas amal, atau yang biasa kita sebut istiqamah). Kita mulai dulu dengan pemanasan, melakukan amalan yang ringan dan mudah dulu, kemudian kita tunggu sampai kita bisa konsisten melakukannya, baru kemudian lanjut ke yang lebih berat atau notabene lebih susah dari sebelumnya. Seperti kita belajar matematika, tambah-tambahan dulu, baru perkalian. Atau juga seperti nyetir, gear satu kecepatan minim, naik gear dua untuk tambah kecepatan, kemudian naik lagi ke gear tiga, dan seterusnya sampai performa maksimal.

Aisyah ra berkata: Rasulullah saw telah bersabda, "Laksanakan amal perbuatan itu sekuat tenagamu, sesungguhnya Allah tidak jemu menerima dan memberi pahala, hingga kamu jemu beramal. Dan seutama-utama amal perbuatan itu ialah yang terus menerus (dawam) dilakukan meskipun sedikit." Dari sinilah dasarnya keutamaan amalan yang istiqamah.

Lalu apa saja yang bisa kita lakukan untuk melonjakkan pencapaian target akhir kita?
Ada beberapa hal yang bisa kita pilih sesuai kesukaan dan kemampuan kita untuk melakukannya.
  1. Coba untuk berpuasa Senin dan Kamis (hari ini Kamis lho! hehe.. yang belum makan atau minum, atau cukup syarat puasa, bisa memulainya sekarang juga.. lebih cepat lebih baik kan?)
  2. Mulailah membaca Al Quran setelah solat subuh
  3. Sisihkan waktu untuk mendengarkan bacaan qur'an
  4. Latih diri kita tidur lebih cepat sehingga bisa bangun untuk solat subuh
  5. Jaga diri kita dalam kondisi berwudu sepanjang waktu
  6. Evaluasi diri kita sebelum tidur. Bersyukur kepada Allah atas segala kebaikan yang kita lakukan dan bertaubat kepadaNya atas segala salah dan dosa.
  7. Berikan diri kita waktu bersendirian sehingga kita merenung, berdzikir, tasbih, takbir, tahmid, tahlil, dan bentuk dzikir yang lain. Kita akan mengalami peningkatan spiritual dan kita akan sangat menikmati hidup ini.
  8. Jika kita bisa berumrah sebelum ramadhan harus melakukannya, demikian juga jika kita mampu berumrah pada bulan ramadhan juga harus melaksanakannya. Umrah pada bulan ramadhan setara dengan (pahala) berhaji.
  9. Mulailah beramal setiap hari, tak peduli sekecil apapun. Jadikan sebuah kebiasaan, seperti makan dan minum.
  10. Sempatkan untuk melakukan solat nawafil (pilihan), seperti shalat dhuha, qiyamul lail, dan solat tahajjud. (Jika kita ada shalat wajib yang harus dilakukan, lebih penting untuk menunaikannya lebih dahulu).
  11. Luangkan lebih waktu membaca buku-buku islam, terutama al quran, sirah (perjalanan hidup) nabi saw, hadits, dan fiqih.
  12. Sempatkan waktu untuk membantu orang lain dengan kebijaksanaan, pengetahuan, dan bakat kita yang lain.
  13. Usahakan menulis artikel islam untuk muslim dan yang lainnya untuk non-muslim
  14. Bergaul dengan perkumpulan muslim, ulama, dan orang-orang saleh sehingga kita bisa belajar dari mereka
  15. Latih diri kita untuk berbuat kebaikan, tak peduli nampak betapa tak berartinya mungkin hal itu, dan berikan layanan yang bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya tinggal kemauan diri kita untuk berubah, menjadi pribadi yang lebih prima. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai dari sekarang. Kalau tidak, akankah masih ada hari esok tersisa untuk kita?

... iman tak dapat diwarisi.. ..iman tak dapat dijual beli.. -raihan-

28.12.11

Allah dan jawabanNya

Allah mengabulkan doa kita dalam tiga cara:
1. Apabila Allah meng'iya'kan doa kita, maka kita akan mendapatkan yang kita pinta
2. Apabila Allah menjawabnya dengan 'tidak', maka kita akan mendapat jawaban 'ya' untuk kesempatan dan doa lain yang lebih baik
3. Apabila Allah membuat kita menunggu terkabulnya doa itu, maka kita akan mendapatkan yang terbaik yang sesuai dengan kehendakNya

@ Allah tidak pernah terlambat, juga tidak tergesa-gesa, namun tepat waktu..
@ Allah lebih tahu yang terbaik untuk hambaNya, yang sesuai dengan keperluannya, lebih daripada hamba itu sendiri..
@ Allah Maha Penjamin kebaikan seluruh ciptaanNya

26.12.11

~ditulis kembali untuk menjadi pelajaran bagi hati yang tak juga mengerti..
~dari catatan 13desember2009.11.13pm

aku liat fb ***, biasa aja.
kayaknya dia seperti aku juga, beginner, gak ada yang spesial.
liat foto2 disitu, dia nampak *** :P
diantara para *** (kyke di ofis, waktu idul fitri ato idul adha gitu lho.. ato mungkin waktu hari jumat.. soale banyak yang pake baju koko..)
ada satu foto yang buat kutercengang!
dia karaoke dengan *** + ***, ada (staf) *** disitu juga.
aku gak abis pikir..
kalo upload foto, mesti sudah mikir tentang efek2nya..
lha ini, dg pedenya ngupload foto yang lagi karaokean, siap pegang mike lg! puffh..
sedikit melencong dari gambaran yang ***...

:'(
"cinta manusia selalu mengecewakan.."

malaikat penjaga

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia......

Dia bertanya kepada Tuhan : " Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkan saya kedunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana; saya begitu kecil dan lemah ?"

Dan Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu ."

Bayi bertanya lagi: "Tetapi disini; didalam syurga ini, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi, bermain dan tertawa... Inikan sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."

"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia"

"Dan bagaimana bisa saya mengerti disaat orang-orang berbicara kepada saya jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?" "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian. Dia akan mengajar kepadamu cara
berbicara."

"Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?" "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa"

"Saya mendengar bahawa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?" "Malaikatmu akan melindungimu; walaupun hal tersebut mungkin akan mengancam jiwanya"

"Tapi, saya pasti akan merasa sedih kerana tidak melihatMu lagi" "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu; walaupun sesungguhnya Aku akan sentiasa disisimu"

Disaat itu, Syurga begitu tenang dan heningnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan : "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat
tersebut ?"

"Kamu akan memanggil malaikatmu itu: " IBU "

 --
*dari email

IBUku malaikatKU..

24.12.11

life is ...

what's life all about?
what should we take the best for this life?
how if everything's going to messed up?
well mixed into each other?

life..
sometimes is not all about money, power, education, or anything else..
cz sometimes we will just ignore the value of money, forgetting about power and pride, or maybe thinking that education is not the desire of the whole life..
cz sometimes all those money, career, or power can be just reached by facing all life matters in such a manner, passing through the proper way to be behave, or letting everything by gone being by gone..

life..
sometimes about doing best efforts for best rewards,
sometimes about  wishing something or several things,
sometimes about enduring the hard or softening the rude,
or maybe just about seeing time passed by..
but life is definitely about letting everything as Allah's will.

when we have done our best and wish for the best
and the hard and rude were just rest
what would be next?

since time will just pass as should as it has
then Allah's the only place to be back..

20.12.11

malaikat itu..

masing-masing dari kita ada malaikat penjaga
yang bertugas menjaga dan mengawasi kita

tapi tahukah kita?
ada satu lagi malaikat
yang melakukan tugas lebih banyak
dan lebih berat dari itu semua

sejak kita masih jadi bayi yang kecil dan lemah
malaikat itu sudah menemani kita
bahkan saat kita hadir ke dunia
dengan segala ke'mungil'an yang tak berarti apa-apa
sang malaikat senantiasa menjaga dan mengasihi kita

saaat kita beranjak usia
malaikat itu senantiasa bernyanyi dan tersenyum untuk kita
memberikan kehangatan cinta yang menjadikan kita lebih bahagia

malaikat itu berbicara dengan bahasa paling indah
mengajarkan kita jalan kebaikan
menjaga kita dengan penuh kesabaran dan perhatian
membimbing sepenuh hati
dan melindungi sepenuh jiwa

malaikat itulah yang kita panggil bunda
dialah sang ibu
yang senantiasa menjaga kita di setiap waktu

itulah ibuku,
malaikatku..

18.12.11

d' Butterfly and d' Flower

once there was someone who asked Allah for
a
and
a

instead Allah gives
a
and
a

 he was sad
he didn't understand why his request was mistaken
then he thought
"oh, well.. Allah has too many people to care for.."
and decided not to question

after some time
the man went to check up on his request
that he had left forgotten
to his surprise
from the
a
had grown

the unsightly
 had been transformed into the most beautiful

Allah always does things right!
the given way is always the best way
even if to us it seems all wrong

if you asked Allah for one thing and received another
trust..
you can be sure that
Allah will always give you what you need at the appropriate time
what you want.. is not always what you need!
Allah never fails to grant our petitions
so keep on going for Allah without doubting or murmuring
today's thorn is tomorrow's flower..


Allah gives the very best
to those who leave the choices up to Allah's willingness..

Dare to be I.N.D.E.P.E.N.D.E.N.C.E

Terlalu banyak orang yang mengikatkan diri mereka kepada orang lain untuk mendapatkan persetujuan, penguatan, tujuan, keamanan, dan tentu saja identitas. Dan ketika kekecewaan yang tak terelakkan terjadi, mereka mengeluh bahwa orang ini menjatuhkan mereka. 
Harga diri tidak hanya berasal dari eksistensi atau kehadiran seseorang dalam kehidupan anda
Orang lain harus tahu bahwa kita hidup bukan untuk mereka ataupun karena mereka. Mereka bukanlah alasan dan tujuan hidup kita sehingga kita harus bersusah-payah menyenangkan mereka, atau membuat mereka peduli dengan kita. Sama saja akhirnya bagi kita, ntah orang lain suka atau tidak dengan kita selama kita berbuat baik dan senantiasa mencoba melakukan yang terbaik.

Ingat! Seseorang mulia atau hina hanya dinilai dari pribadinya di sisi Allah semata-mata. Tidak tergantung pada kehadiran atau ketiadaan orang lain di hidupnya..
Bukankah kita datang ke dunia ini sendiri saja? Dan pasti akan kembali ke hadapanNya seorang diri juga..

17.12.11

nasehat diri

jika kamu memancing ikan
setelah ikan itu terikat di mata kail hendaklah kamu mengambilnya
janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja
karena ia akan sakit oleh bisanya ketajaman mata kailmu
dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup
jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik untuk dirimu
mengapa kamu berlengah coba mencari makanan yang lain
terlalu ingin mengejar kelezatan
kelak nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya
sehinggalah kamu akan menyesal
jika kamu menadah air biarlah berpada
jangan terlalu mengharap pada takungannya
dan janganlah menganggap ia begitu teguh tetapi cukuplah sekadar keperluanmu
apabila sekali ia retak
tentu sukar untuk kamu menambalnya semula dan akhirnya ia dibuang
sedangkan jika kamu coba memperbaikinya
mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi
-o-

begitulah juga setelah kamu memberi pengharapan kepada seseorang
setelah ia mulai menjagamu hendaklah kamu menjaga hatinya
janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja
karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu
dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia bisa mengingatnya

begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seseorang yang membawa kebaikan kepada dirimu
mengapa kamu berlengah coba bandingkannya dengan yang lain

terlalu mengejar kesempurnaan
kelak kamu akan kehilangannya dan kamu juga akan menyesal

begitu juga jika kamu memiliki seseorang terimalah seadanya
janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa
apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya

akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya
sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi ianya berterusan hingga ke akhirnya


~
karena Allah Maha Sempurna
Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya
mungkin kita tidak mendapat yang dipinta
tapi Dia pasti memberi yang kita perlu
sesuai kadar yang kita mampu

"Adalah lebih baik
jika Allah memberikan seseorang yang darinya kita bisa bercermin
melihat diri kita sendiri di dalam dirinya
Kebersamaannya adalah seperti ketika  bersekolah
menjadikannya pembelajaran jangka panjang yang berterusan
Ia tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain
melainkan juga tempat untuk dapat saling menyesuaikan diri menjadi lebih baik
dan bertumbuh bersama"

grow in wisdom

.:  wise people realize the danger of 'i', 'me', and 'mine'. the world is filled with more and more who think only themselves.


.:  opinions, views, and perceptions differ. acknowledge this, react positively.


.:  how often have conflicts and problem arisen due to a breakdown of communication and cooperation?


.:  beware. things may not go the way you want or plan for. there are many who lie and cheat. life is full of surprises.


.:  the young learn bad behavior as well as the good one easily from imitating what they see adults do.


.:  fools let superstitious beliefs and delusion weaken their minds.


.:  anti stress and relaxation techniques are needed to cope with the problems


.:  the ego in us can make us behave in irrational and annoying ways.


.:  our perception of things can change according to circumstances and conditions.


.:  how much trouble and suffering have arisen because of seeing what's not there, hearing wahat one wants to hear, and telling what's not true.


~ live a better life ~

16.12.11

L.E.A.R.N.I.N.G

A' is for Allah, nothing but Allah
Ba is the beginning of Bismillah
Ta is for Taqwa, bewaring of Allah
Tha is for Thawab, a reward

Ja is for Janna, the Garden of Paradise
Ha is for Hajj, the blessed pilgrimage
Kha is for Khaatem, the seal of the prophethood given to the Prophet, Muhammad (saw)
Da is for Deen, Al-Islam, religion with Allah since time began
Dha is for dhikr, remembering Allah
Ra is for the month of Ramadhan

Za is for Zakat to pure our greed, when we give our money to those in need
Sa is for Salamu alaikum, peace be with you wa'alaikum assalam
Sha is for shams, the shining sun, which Allah placed for everyone
Sua is for salat, for when we pray facing Him, everyday facing Him, till we meet our Lord

Dua is for duha, the morning light, the sun has turned from red to white
Tua is for tareeq, the path to walk upon
Dhua is for dhil, a shadow
Aa is for ilm, the thing to know, to make our knowledge grow, in Islam

Gha is for ghaib, a world unseen and that we know is not a dream
Fa is for, the Opening, Al-Fatiha
Qua for the Qur'an, the book of God
Ka is for kalima, a word we're taught to teach us what is good and what is not
La is for the beginning of La ilaha illa'allah
Ma is for the Messenger Muhammad-ur-rasoolillah

Na is for nawm, the sleep God gave to give us rest after the day
Ha is for the Hijra, the journey that, the Prophet made
Wa for wudu before we pray to help us wash our sins away
Ya for Yawm-mid-Deen

~ Allah, there's only one God and Muhammad is his Messenger



"Jika engkau tidak malu, perbuatlah apa yang engkau suka."

Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry ra dia berkata, rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah:
"Jika engkau tidak malu, perbuatlah apa yang engkau suka." (Riwayat Bukhari)
Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna dan paling mulia. Dikatakan sempurna karena ada akal pikiran, dan juga nafsu, yang melebihkannya dari malaikat. Jika kesempurnaan itu diberikan sebagai anugerah, maka tidak demikian halnya dengan kemuliaan.

Hidup dan kehidupan, selalu ada dilema di dalamnya. Antara dua pilihan, atau bahkan lebih diantaranya. Meski begitu, kebebasan juga diberikan. Disinilah akal pikiran berperan, digunakan untuk mencapai kemuliaan. Berpikir untuk memilih yang lebih baik, atau yang terbaik dan memutuskan menjadi mulia dengannya. Tapi apakah semudah itu prosesnya? Ternyata tidak.

Lihatlah nabi saw bersabda demikian. Kita bebas melakukan dan memilih mana saja jalan yang kita suka. Apa saja. Tapi dengan satu syarat, kita tidak malu! Mungkin saja kita bisa tidak malu dengan orang lain atau dengan diri sendiri. Tapi bisakah kita tidak malu dengan Allah?

Allah sudah mendesain kita sebagai makhluk sempurna dari sananya. Disamping kesempurnaan akal pikiran, juga dianugerahi nafsu. Nafsu itu, jika kita bisa menguasainya, kita akan mencapai kemuliaan melebihi derajat malaikat. Nafsu itu, jika kita kalah daripadanya, maka setan yang akan menguasai kita.
Kalau dengan bekal kelebihan akal pikiran dan desain yang sempurna yang diberi itu kita tidak berhasil menguasai nafsu, apa lantas kita tidak malu pada Allah? Diberi bekal lebih tapi tidak dapat hasil yang sepadan. Kalau dengan kesempurnaan yang diberikan justru membuat kita berpihak pada setan, bagaimana nanti jika dimintai pertanggungjawaban?

Semoga kita selalu merasa malu jika tidak bisa memberi yang terbaik..
Semoga kita selalu merasa malu karena dengan itu ada perisai dari keburukan..
Dan semoga kita selalu merasa malu karena dengan malu itu kita bisa menjaga iman..
Insyaallah..

14.12.11

Manajemen Kalimat Tak Higienis

Sesuatu disebut tidak higienis atau tidak sehat karena pada akhirnya tidak banyak (atau tidak sama sekali) memberikan manfaat.
Seringnya istilah higienis berhubungan dengan makanan atau kesehatan. Tapi sadarkah kita dengan bahwa ada yang lebih dari itu? Level higienis sesuatu yang seringkali terlepas dari pandangan kita, yaitu kebersihan dan kesehatan diri kita, amalan-amalan kita, lahir kita, batin kita, dan segalanya embel-embel yang ada pada kita.

Salah satu ke'higienis'an yang penting dan perlu dijaga adalah kalimat-kalimat yang meluncur dari lisan kita.
Kenapa hal ini yang lantas menjadi perhatian? Tentu ada latar belakangnya.

Pernahkah kita membaca kalimat ini: "Manusia dikaruniai dua telinga dan satu mulut. Telinga tidak pernah tertutup tetapi mulut bisa ditutup sehingga manusia harus belajar untuk menggunakannya secara benar." Atau yang ini: "Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga namun cukup dengan satu mulut, karena mulut adalah senjata tajam yang dapat melukai, memfitnah bahkan membunuh."
Sedemikian pentingnya lisan bagi kita, sehingga penjagaan itu harus dilakukan 24/7 (kecuali waktu kita tidur tentunya).

Yang dimaksud dengan kalimat tidak higienis yakni ucapan-ucapan yang kurang atau bahkan tidak memberikan manfaat sama sekali bagi yang mengucapkan atau yang mendengarnya. Bahkan pada satu tahap tertentu dikategorikan sebagai 'membahayakan kesehatan jiwa'.
Salah satu bentuk ke'tidak-higienis'an ucapan kita adalah perkataan-perkataan yang tidak pada tempat, waktu, dan orang yang sesuai. Bahkan sebuah gurauan pun bisa masuk dalam kelas ini, jika salah sasaran.

> Masing-masing orang mempunyai sense yang berbeda terhadap ke'tidak-higienis'an sebuah kalimat.
Ada diantara kawan saya yang bersahabat karib sampai seperti adik-kakak. Yang satu seperti air tenang, tapi menghanyutkan. Yang satunya lagi sensitif abiz tiada terkira. Suatu saat, karena ulah si air tenang, keduanya bertengkar, perang, dingin, dan saling membenci habis-habisan. Padahal si air tenang merasa biasa saja, tapi sebaliknya, si sensitif merasa ke'tidak-higienis'annya melewati batas yang sepatutnya. Di lain waktu, mereka baikan, ntah dengan cara bagaimana dan kenapa. Tapi tak lama kemudian bergelora dan membara semula karena hal sama, ke'tidak-higienis'an si air tenang. Puffhh.. Betapanya..

> Masalah kecil menjadi besar di mata orang kecil, dan masalah besar menjadi kecil di mata orang besar.
Seperti cerita di atas, perspektif seseorang akan berpengaruh terhadap penyelesaian masalah dan sikap hidupnya. Bagi sebagian orang, sesuatu perkara yang simple belum tentu demikian juga bagi sebagian yang lain. Jika akibat dari sesuatu ini simple bagi seseorang, belum tentu jadi simple juga bagi orang lain. So pikir baik-baik sebelum bertindak.

> Mulut itu seperti teko (meniru ungkapan AA Gym..), mengeluarkan apa saja isi yang ada di dalamnya. Jika isinya teh, maka yang keluar dari corongnya adalah juga teh, dan sebagainya.
Sungguh indah pengandaian ini, meski sederhana tapi tidak mengurangi kedalaman makna yang terkandung di dalamnya. Jika corong teko adalah lisan kita, maka teko istu sendiri adalah hati dan pikiran/otak kita. Pertanyaannya sekarang adalah, jika dari lisan kita terkeluar ke'tidak-higienis'an itu, bagaimana lantas isi hati dan kepala kita?

> Tinggalkan yang tidak berguna; berkata baik atau diam!
Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, rasulullah saw bersabda:
Merupakan tanda baiknya islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.

(Hadits Hasan Riwayat Turmudzi dan lainnya)
Coba pikirkan, apakah kalimat yang tidak higienis tersebut memberikan manfaat? Bagi diri sendiri dan orang lain? Tentu jawabnya tidak! (Kecuali sebatas kepuasan diri sendiri). Jadi kenapa tidak ditinggalkan saja? Tidak ada kebaikan di dalamnya. Berkatalah hanya yang baik-baik, atau tutup rapat-rapat lisan kita untuk menghindarkan keburukan keluar daripadanya. Semakin banyak ke'tidak-higienis'an tercurah dari lisan kita, maka semakin besar juga ketidak-bermanfaatan diri kita. Naudzubillah!

> Tanamkan sifat malu.
Innamal a'malu bin niyat. Amal itu bergantung pada niatnya. Adakah kita termasuk di kalangan mereka-mereka yang senantiasa meniatkan amalan kita lillahi ta'ala? Jika sudah, alhamdulillah. Jika belum, bukan berarti kita tak mampu, mungkin perlu latihan dan pembiasaan yang lebih lagi. Mulakan dulu dengan niat untuk kebaikan semata. Setelah itu berusaha menjaga amalannya terhindar dari ke'tidak-higienis'an karena kita malu bergelar orang yang tidak higienis, malu menyinggung atau menyakiti orang lain, dan lebih lagi malu kepada Allah.

> Lebih banyak berkata dengan berbuat daripada berbuat dengan berkata.
Salah satu cara menghindarkan yang tidak bermanfaat dari produksi lisan kita adalah dengan meminimalkan kerjanya. Dan mengubah energi berkata menjadi energi bertinda, secara positif. Bukankah kita menilai orang lain dari hasil kerjanya? Bukan dari besar omongannya. Tunjukkan apa yang anda ingin sampaikan dengan kerja..kerja..kerja.

> Kesantunan akan menghindarkan anda dari kesalahan.
Ini adalah tindakan preventif. Jika anda tidak ingin kehujanan, hindari keluar waktu langit mendung. Jika anda tidak ingin terbakar, hindari bermain-main dengan api. Jika anda tidak ingin dan takut mengeluarkan terucap kalimat-kalimat yang tidak bermanfaat, sebisa mungkin lakukan sebaliknya, berkata dengan penuh kensantunan. Sangat sedikit dalam kesantunan itu terdapat ke'tidak-higienis'an. Maka dengan jalan ini anda telah memilih jalan yang lebih selamat.

> Perubahan kecil lebih berharga daripada omongan besar.
Last but not at least, hindari menjadi tong kosong yang nyaring bunyinya. 'The empty vessel makes noises'. Kalau agaknya ada rangkaian kata-kata kurang indah terburai dari bibir mungil kita, coba pasangkan deteksi keselamatan lisan yang bisa mengurangkan atau bahkan menghentikan sama sekali produksinya. Adakan perbaikan kualitas dulu baru kemudian beroperasi lagi dengan kondisi yang lebih baik. Berubah..berubah..berubah.. Berubah untuk lebih baik. Dan yang penting, senantiasa memonitor, melakukan maintenance dan mengadakan quality control. Setiap saat.

> Adakah kayu yang berbau semerbak yang tanpa asap? Siapa orang yang bisa mendapatkan kesempurnaan pada diri saudaranya?
Memang kita tidak bisa menuntut orang lain untuk menjadi baik, atau berbuat seperti yang kita ingini. Jika ada orang lain yang aktif menghasilkan produk-produk yang tidak higienis ini, cobalah untuk memahaminya. Mungkin dia sedang bermasalah, mungkin kalimat itu tidak sengaja terkeluar begitu saja, mungkin dia tidak bermaksud menyakiti kita, dan mungkin-mungkin yang lainnya yang mungkin bisa kita pikirkan secara positif. Cobalah untuk mengingatkan dengan cara yang baik. Kalau ternyata akhirnya kita merasa kitalah produsen ke'tidak-higienis'an itu, tetaplah berusaha untuk berubah semampu kita dan hindari berputus asa. Meski tidak ada kesempurnaan dalam diri manusia, berusalah untuk mendekatinya. Hanya Allah Yang Maha Sempurna.

> Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya (QS Yunus: 107).
Inilah kunci tawakkal yang sukses, berpositif thinking terhadap Allah. Bukankah Allah itu seperti sangkaan hambaNya? Tak ada yang dapat memberi jika Dia mencegah, dan tidak ada yang dapat mencegah jika Dia memberi. Atas usaha kita, Allahlah penentu hasilnya. Berlindunglah kepada Allah dari kesia-siaan dan dari apapun yang menyebabkan hati dan kepala kita tidak higienis. Sesungguhnya kebenaran datang dari Allah dan kesalahan datang dari manusia. Kembalikan pada hakikat bahwa kita adalah hamba yang sedang berproses, mencoba dan berusaha memberikan pengabdian yang terbaik kepada Sang Pemilik.

Wallahu'alam

12.12.11

what limit us to do so?

bwe're given equal time 24 hours a day
  were those all ours?
or is there any part belongs to The Creator?

when adzan is coming,

is there anything more important than Allah's calling?

when adzan is coming,

there he is

and

here they were

when adzan is coming,
how about us?
were we there when the calling comes?


he
 

or
they

we
or
you
whoever we are
it never limits us for being glorious

.: the best one is the one who treat Allah in their best way :.

3.12.11

sabar dan syukur

lama sudah penantian di akhir bulan,
lama juga ternyata tak kunjung tiba..

pekerja 1:  kok lama sih gak masuk2 gaji bulan ini?
pekerja 2:  ya abis mo gimana lagi.. tunggu aja sampe nanti..
pekerja 1:  masalahnya, kita tu nggak tau kapan datengnya..
pekerja 2:  ya paling lama semingguan lagi..
pekerja 1:  coba ada satu hari khusus yang ditetapkan untuk gajian, kan enak.. bisa ngatur semuanya..
pekerja 2:  lha bukannya dari dulu emang kayak gini?
pekerja 1:  ya justru itu.. sekarang perlu dirubah..
pekerja 2: (diam)
pekerja 1:  kata temenku, seharusnya perusahaan itu udah nyiapin gaji pegawainya untuk 2-3 bln ke dpn.. jadi begitu masuk waktu gajian, beres deh, gak ada masalah..
dulu di perusahaan lamanya gak ada masalah dg gaji kayak disini..
pekerja 2:  itu kan dia.. gak usah banding2in lah.. klo enak disitu, ngapain dia pindah kesini..
pekerja 1:  (diam)
pekerja 2:  setiap tempat itu kan ada aturan sendiri, gak bisa disamain..
klo kita dah kerja disini, ya udah, kita ngikut apa2 yang disini..
dulu aku kerja dapat lebih dari yang disini.. kerja proyek.. gajinya bisa sampe empat kali dari gaji awal masuk sini.. tapi ya itu, klo ada proyek.. klo gak? tau sendiri..
disini, meski gaji gak sebanyak itu, tapi kan selalu ada.. coba kamu bayangin aja, dari gaji bulanan sebesar itu, terus dapat segedhe ini.. banyak2 ubah rencana, ngempesin perut..
pekerja 1:  (diam)
pekerja 2:  gimana pun, mesti ada baiknya tempat kerja kita sekarang dibandingin ma yang dulu.. itu yang membuat kita memilihnya.. buat apa ngomong2in, njelek2in, sok gak nerima, tp tetep aja.. mau makan duitnya.. ya klo gak suka, mending pergi aja..
pekerja 1:  ..#%^&(@^$*... (tadi itu kan cerita tentang temannya.. +.+)

* diambil dari kisah nyata
** sehingga tulisan ini dimuat, duit gaji belum datang menyapa.. tapi tidak ada lagi bahasan tentangnya..  :D

ternyata memang susah untuk bersabar dan bersyukur dengan apa yang ada..