karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)

31.12.11

begitulah hidup..

"setiap urusan anak Adam adalah kebaikan"
tergantung bagaimana cara memaknai dan menyikapi urusan itu..
sebanyak-banyak urusan di dunia ini dengan berbagai ragam dan macamnya, pada dasarnya tidak lain hanyalah berupa hal yang baik dan hal yang tidak atau kurang baik, dalam pandangan mata duniawi kita, manusia
tapi di sisi Allah, semua urusan itu intinya adalah kebaikan, yang dibungkus dengan beda kemasan

alangkah indahnya Islam
alangkah Maha Baiknya Allah mengemas urusan anak Adam
jika urusan itu berupa hal yang baik dan kita bisa mensyukurinya, maka syukur itu adalah kebaikan
dan jika urusan itu pula hal yang menyusahkan, menyedihkan, membuat kita berduka cita dan kita bisa bersabar menghadapinya, maka kesabaran itu adalah juga kebaikan
maka alangkah beruntungnya juga kita menjadi bagian dari anak cucu Adam
yang jika mendapat ujian bala atau cobaan, tetap saja berakhir dengan kebaikan

mungkin ada sebagian manusia oportunis yang menginginkan kebaikan dan nikmat kurnia saja dalam hidupnya
tanpa menginginkan adanya ujian dan cobaan datang dalam hidupnya, serta bersedih hati jika menghadapinya,
bukankah hal itu sama saja dengan makan nangka tanpa mau terkena getahnya?
juga tak jauh beda dengan menginginkan mawar tanpa durinya

tapi
"apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang padamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?
mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya,
“Kapankah datangnya pertolongan Allah?”
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."

kita senang dan gembira jika mendapat nikmat atas diri kita
lantas mengapa harus berduka jika sebaliknya? menerima ujian bala dan cobaan
bukankah jika kita bersabar menghadapinya akan menjadi kebaikan?
bukankah ada akhir yang baik dengan pertolongan Allah dekat padanya?

bayangkan saja kita sedang berlomba lari halang rintang di lintasan hidup kita sendiri
tanpa orang lain seorang pun di lintasan kita
hanya ada kita dengan segala rintangan dan masa yang senantiasa berjalan menghantar kita sampai ke garis finish akhir tujuan
sedangkan Allah sudah menyediakan hadiah bagi sang pemenang perlombaan, berupa kebaikan
indah bukan?
karena bagaimanapun juga akhirnya kita sendirilah pemenangnya, kalau kita ikut aturan permainan dan sampai di garis akhir lintasan
kalau kemudian kita menghindari halangan dan rintangan yang ada di lintasan, apa lantas kita disahkan ikut perlombaan?
dan layakkah kita sampai di garis akhir perlombaan untuk mendapat hadiah yang disediakan?
tentu saja tidak!
pasti tidak layak..

jadi
apapun yang ada di lintasan hidup kita, mari berpacu dengan waktu, menikmati perlombaan dan mengatasi rintangan-rintangan untuk sampai ke tujuan, mendapat balasan dari apa yang kita usahakan