karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)

30.12.11

belajar.. belajar.. belajar..

memperhatikan sekitar sungguh bisa membuat kita bercermin
dan bahkan mengambil pelajaran serta manfaat daripadanya

mari mengingat kembali hari-hari di hidup kita
pernahkah seseorang meminta sesuatu pada kita?
apa yang membuat kita memberi yang dimintanya?
karena haknya? atau karena itu kewajiban kita?
karena iba? atau mungkin karena sayang?

**

sesaat selepas menyelesaikan salam sebagai penutup solat, seorang hamba Allah mengangkat kedua tangannya dengan khusuk sembari berkomat-kamit beberapa menit untuk selanjutnya menyudahinya dengan menelungkupkan kedua tangan ke muka, mengaminkan doa yang tadi dibisikkan kepada rabbNya
memangnya kenapa?
ya nggak apa-apa, sudah lumrah
selepas solat adalah waktu ijabah doa
tapi adakah pelajaran yang bisa diambil dari sana?

sungguh secara manusiawi kalau ada seseorang yang meminta sesuatu kepada kita dengan terlebih dahulu mengambil hati kita (tentu saja dengan ikhlas sebenar-benarnya), bukankah akan lebih baik kesudahannya?
dibandingkan dengan mereka yang datang tanpa basa-basi kemudian meminta dan berharap akan diberi?

jika kita sendiri merasa senang diperlakukan sedemikian, mengapa tidak kita usahakan cara yang demikian saat kita mengangkat tangan meminta padaNya? saat kita membutuhkanNya?
memanglah Allah tidak membutuhkan pujian kita, tapi apa salahnya kalau kita melakukannya?
sama saja bagi Allah jika kita memujiNya atau mengabaikanNya, tidak berkurang sedikitpun kemuliaan dzatNya atau sebaliknya bertambah kekuasaanNya dengan apa yang kita perbuat padaNya
tapi di pihak kita-lah yang seharusnya menyadarinya
setidaknya jika kita mempersembahkan yang terbaik kepadaNya sebelum menuntut apa-apa dariNya, hal itu akan menjadi satu poin lebih sebagai pertimbangan dikabulkannya munajat kita
bukankah Allah itu dekat? yang kalau kita mendekat sejengkal kepadaNya, maka Ia akan mendekat sehasta? dan kalau kita melangkah datang kepadaNya, maka Ia akan datang berlari menyambut kita?

lepas dari itu semua, ada yang lebih baik, dan yang terbaik yang bisa dilakukan oleh seorang hamba terhadap rabbNya
dikatakan bahwa seorang arif adakalanya tidak minta apa-apa kepada rabbNya karena mereka sibuk berdzikir dan tidak sempat meminta-minta
mereka sadar diri bahwa Allah lebih bijaksana dan Maha Tahu keadaan hambaNya
Allah lebih sayang dan cinta kepada hambaNya lebih dari siapapun atau apapun juga
sehingga ada saatnya apabila hati cenderung kepada doa, maka lebih baik berdoa, dan apabila cenderung kepada diam tidak berdoa, maka lebih baik tidak berdoa dan cukup memperbanyak dzikrullah


kepada orang yang berpuasa, Allah dengan terang melebihkan dan memuliakannya
"ia tidak makan dan minum dan meninggalkan nafsunya karena Aku. puasa adalah untukKu, dan Aku-lah yang akan membalasnya, dan setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipatnya". woww!!
adakah yang lebih indah dan sempurna selain dari kelebihan di sisi Allah?
tanpa diminta, Allah sudah menjaminnya untuk kita dan tentu saja lebih baik kesudahannya bagi kita hambaNya

mari belajar untuk menjadi lebih ber'adab' di hadapan Allah
terutama jika kita masih ada pengharapan kepadaNya