Bagaimana kabarmu hari ini?
Adakah engkau lebih baik dari kemarin,
masih sama saja seperti kemarin,
atau bahkan kurang daripada kemarin?
Jangan lah.. Nanti kita termasuk golongan orang yang merugi..
Naudzubillah!
Lantas bagaimana usaha kita mengantisipasi dan atau mengatasinya?
Kita ingat kembali, bahwa evaluasi diri kita ditentukan oleh amal perbuatan kita, baik yang lahir maupun yang batin, yang nampak ataupun yang tak tampak.
Amalan yang wajib, sememangnya sudah harus kita lakukan karena kita bergelar makhluk, yang harus mengabdi kepada khaliknya. Tapi bagaimana untuk melengkapkan, memperbaiki, atau menambahi kekurangan yang wajib itu? Atau jika amalan wajib sudah bisa kita buat dengan semaksimal mungkin semampu kita, why not kita menambahi nilainya agar bonusnya lebih dan lebih lagi?
Ternyata jalan untuk kesana sudah terbuka lebar, Allah sudah memberikan kesempatan pada kita berupa amalan-amalan sunnah. Jika amalan wajib kita sudah baik, maka amalan sunnah akan menyempurnakannya. Dan jika amalan wajib kita masih ala kadarnya, maka amalan sunnah itulah yang kita harap kelak akan menutupi kekurangannya. Karena kita sadar, tak ada manusia yang sempurna. Bahkan nabi saw, bukankah beliau adalah manusia yang tanpa cela? Tapi, tentu kita tahu bahwa nabi tidak hanya duduk diam menikmati kesempurnaannya. Justru sebaliknya, selalu berbuat yang terbaik sebagai contoh dan tauladan bagi umatnya.
Mari kita mencoba melihat 'kisi-kisi' yang bisa membantu kita bernilai lebih.
Rasulullah saw bersabda, “Amal manusia akan dilaporkan setiap Senin dan Kamis. Allah di hari itu akan memberikan ampunan kepada setiap orang yg tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, kecuali seorang yang bermusuhan dengan saudaranya. Allah berfirman (kepada Malaikat) tinggalkanlah dua manusia itu hingga keduanya berdamai.”
Alhamdulillah, setidaknya dengan tahu hadits di atas, kita sedikit tahu "jalan pintas" untuk meningkatkan performa kita. Ya, Senin dan Kamis kuncinya..
Paling tidak, di dua waktu itu kita bisa mencuri start untuk tampil prima, meskipun bukan berarti mengabaikan waktu yang lain (yang ini ada hubungannya dengan kontinyuitas amal, atau yang biasa kita sebut istiqamah). Kita mulai dulu dengan pemanasan, melakukan amalan yang ringan dan mudah dulu, kemudian kita tunggu sampai kita bisa konsisten melakukannya, baru kemudian lanjut ke yang lebih berat atau notabene lebih susah dari sebelumnya. Seperti kita belajar matematika, tambah-tambahan dulu, baru perkalian. Atau juga seperti nyetir, gear satu kecepatan minim, naik gear dua untuk tambah kecepatan, kemudian naik lagi ke gear tiga, dan seterusnya sampai performa maksimal.
Aisyah ra berkata: Rasulullah saw telah bersabda, "Laksanakan amal perbuatan itu sekuat tenagamu, sesungguhnya Allah tidak jemu menerima dan memberi pahala, hingga kamu jemu beramal. Dan seutama-utama amal perbuatan itu ialah yang terus menerus (dawam) dilakukan meskipun sedikit." Dari sinilah dasarnya keutamaan amalan yang istiqamah.
Lalu apa saja yang bisa kita lakukan untuk melonjakkan pencapaian target akhir kita?
Ada beberapa hal yang bisa kita pilih sesuai kesukaan dan kemampuan kita untuk melakukannya.
- Coba untuk berpuasa Senin dan Kamis (hari ini Kamis lho! hehe.. yang belum makan atau minum, atau cukup syarat puasa, bisa memulainya sekarang juga.. lebih cepat lebih baik kan?)
- Mulailah membaca Al Quran setelah solat subuh
- Sisihkan waktu untuk mendengarkan bacaan qur'an
- Latih diri kita tidur lebih cepat sehingga bisa bangun untuk solat subuh
- Jaga diri kita dalam kondisi berwudu sepanjang waktu
- Evaluasi diri kita sebelum tidur. Bersyukur kepada Allah atas segala kebaikan yang kita lakukan dan bertaubat kepadaNya atas segala salah dan dosa.
- Berikan diri kita waktu bersendirian sehingga kita merenung, berdzikir, tasbih, takbir, tahmid, tahlil, dan bentuk dzikir yang lain. Kita akan mengalami peningkatan spiritual dan kita akan sangat menikmati hidup ini.
- Jika kita bisa berumrah sebelum ramadhan harus melakukannya, demikian juga jika kita mampu berumrah pada bulan ramadhan juga harus melaksanakannya. Umrah pada bulan ramadhan setara dengan (pahala) berhaji.
- Mulailah beramal setiap hari, tak peduli sekecil apapun. Jadikan sebuah kebiasaan, seperti makan dan minum.
- Sempatkan untuk melakukan solat nawafil (pilihan), seperti shalat dhuha, qiyamul lail, dan solat tahajjud. (Jika kita ada shalat wajib yang harus dilakukan, lebih penting untuk menunaikannya lebih dahulu).
- Luangkan lebih waktu membaca buku-buku islam, terutama al quran, sirah (perjalanan hidup) nabi saw, hadits, dan fiqih.
- Sempatkan waktu untuk membantu orang lain dengan kebijaksanaan, pengetahuan, dan bakat kita yang lain.
- Usahakan menulis artikel islam untuk muslim dan yang lainnya untuk non-muslim
- Bergaul dengan perkumpulan muslim, ulama, dan orang-orang saleh sehingga kita bisa belajar dari mereka
- Latih diri kita untuk berbuat kebaikan, tak peduli nampak betapa tak berartinya mungkin hal itu, dan berikan layanan yang bermanfaat bagi orang lain
Selanjutnya tinggal kemauan diri kita untuk berubah, menjadi pribadi yang lebih prima. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai dari sekarang. Kalau tidak, akankah masih ada hari esok tersisa untuk kita?
... iman tak dapat diwarisi.. ..iman tak dapat dijual beli.. -raihan-