*~..~**~..~*
bahkan terasa lelah
meski hanya seayun langkah
mungkin tersesat
namun ragu mencari arah baru
harapan dan angan membelenggu
menahan masa depan dalam riuh masa lalu
yang kini mungkin anugerah
yang berlalu menjadi kisah
sebuah cerita pada masanya
fatamorgana selalu indah
meski semu dan tak pernah nyata
*~..~**~..~*
cinta tak sekedar hanya diam
cinta tak cukup dengan ungkapan
cinta perlu pengertian dan pemahaman
bahwa diam dan pengungkapan bukanlah keniscayaan
bahkan terasa lelah
meski hanya seayun langkah
mungkin tersesat
namun ragu mencari arah baru
harapan dan angan membelenggu
menahan masa depan dalam riuh masa lalu
yang kini mungkin anugerah
yang berlalu menjadi kisah
sebuah cerita pada masanya
fatamorgana selalu indah
meski semu dan tak pernah nyata
*~..~**~..~*
cinta tak sekedar hanya diam
cinta tak cukup dengan ungkapan
cinta perlu pengertian dan pemahaman
bahwa diam dan pengungkapan bukanlah keniscayaan
*~..~**~..~*
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan makna yang lebih dari ungkapan kata cinta
dengan asa yang takkan pernah berubah
dengan hanya satu pinta saja
untuk bahagia
bersamamu
meski dengan cinta yang sederhana
*~..~**~..~*
aku ingin menjadi sang surya
yang bersinar sepanjang masa
tanpa pernah kenal lelah
memberi terang kilau cahaya
aku ingin menjadi lilin
yang meski harus membakar diri
dengan itu yang lain beroleh api
dan terang yang menyinari
aku ingin menjadi segala sesuatu
yang berarti untukmu
yang membahagiakanmu
yang menghapus dukamu
yang menenangkanmu
dan membuatmu tahu
bahwa aku selalu ada untukmu
bahkan menjadi apapun
aku sama sekali tak peduli
*~..~**~..~*
terkesiap dalam sesaat
tersentak untuk seketika
tertelan tatapan nanar
waktu yang berjibaku
dan kembali terburai
dunia yang sudah terangkai
serpihan yang tersimpan
berderai dalam genggaman
kembali terjatuh tuk kesekian kali
aku tahu
aku pasti
dan aku selalu tahu
aku harus bangkit kembali
*~..~**~..~*
lieber Gott, mach mich blind, dass ich alles richtig find
mach mich taub, dass ich alles glaub
mach mich stumm, dass ich nicht kumm
blindness makes everything seems right
numbness makes no worries
foolishness makes ignorance
*~..~**~..~*
remembering you
i can afford to smile and bear the tears
having those memories
awaken me that im alive
*~..~**~..~*
ketika wajah lelah dengan dunia
ketika tangan letih menggapai cita
kaki enggan melangkah
jiwa tak berdaya
tetaplah teguh
aku ada untukmu
*~..~**~..~*
satu kata cinta tak cukup untuk meluahkan rasa yang menyesakkan dada
*~..~**~..~*
seperti tanah yang menyerap bara
yang mengubah bentuk dan wujudnya
kemudian mengukuhkannya
menjadi bata dan gerabah
seperti kisahmu
kau tahu?
orang yang beruntung
bukan mereka yang mendapatkan peluang
orang yang beruntung
adalah mereka yang bisa mengasah peluang
seburuk dan sekecil apapun itu
sebongkah tanah terlalu sia-sia
untuk sekedar hanya jadi abu
karena kisahnya masih biru
seperti kisahmu
*~..~**~..~*
dalam wujudmu
aku mencintaimu
hingga kini masih kusimpan
rindu hatiku yang terpendam
*~..~**~..~*
katakan yang benar adalah benar
katakan saja yang sebenarnya
jika kita yakin ianya benar sebenarnya
usah ragu dan biar terkeliru
takkan tenang hati membisu
tak mengapa pun jika tersalah
karena ia akan mengajar kita
memaknai kebenaran yang nyata
apapun adanya
*~..~**~..~*
bahwa jerawat adalah sebuah pengejawantahan
dari rasa rindu yang menggebu
aku tak tahu kebenarannya itu
mungkin lebih baik kutanyakan saja
pada makhluk sebesar biji jagung
yang muncul di atas dagu
yang tiba-tiba datang
bagai tamu tak diundang
dan seenaknya saja menampilkan diri
bahkan tanpa permisi
kalau saja itu benar
tentu ada kawanan teori lain
tentang perasaan dan pendengaran
(...aku mendengar suaranya di telingaku
merasuki otak dan hatiku
bahkan nyata ketika dia jauh dariku...)
terlepas dari itu semua
dan ntah apa rahasia di baliknya
benar aku merindukannya
*~..~**~..~*
sungguh akan hancur hati manusia
jika bukan Tuhan yang menciptanya
berkeping tak bersisa
oleh suka yang membuncah
ketika hadir bahagia
atau karena duka lara ketika derita mendera
karena tawa yang menjelma
saat terlena
atau karena menjerit
saat sakit menghimpit
*~..~**~..~*
bahagia adalah
saat dimana kau tatap lekat
dia yang kau sayangi
wajah yang penuh senyum
dan tertawa pada suatu ketika
meski hanya dari kejauhan
meski ketika dia tak tahu
kau sedang memandangi
dan menikmati teduh kasihnya
*~..~**~..~*
temaram itu bukanlah milikmu
karena kau adalah cahaya di gelapnya gulita
dan tak perlu resah
bukankah setiap awal ada akhirnya?
*~..~**~..~*
pada deretan huruf-huruf itu
kutuang segala perasaan
kulabuhkan benih harapan
kurajut indah impian
dadaku yang terlampau penuh
dan sesak dengan rasa yang bergemuruh
kadang bergolak tak menentu
karena alasan yang aku pun tak tahu
tak tertampung oleh angan dan pikiran
meski kadang padanya kubisikkan kenangan
padanya jua kuhempaskan yang menyesakkan
aku tak berdaya tuk berterus terang
kuminta huruf-huruf itu mengabarkan
berharap angin datang menerpa
menerbangkan warna-warna
harapan dan kenangan
dan membawanya serta
berharap hujan datang menyapa
membasuh hampa yang masih bersisa
dan membawanya serta
memberitakannya padamu
bahwa aku hanyalah manusia biasa
tak lain sepertimu
kenapa kau masih ragu?
sementara kau tahu
aku takkan menunggu
*~..~**~..~*
banyak pesan yang kutulis
tak sempat kukirim padamu
masih tersimpan
seperti bayangan silam
banyak rasa terluah
tak satu pun menjawab tanya
banyak kali kubaca dan kupahami
yang tinggal tetap misteri
ketidakmengertian
pertanyaan
dan kebodohan
yang terus coba digenggam
sambil belajar memahami keadaan
bahwa hidup adalah perputaran
bahwa mungkin disisi lainnya kutemukan jawaban
penjelasan untuk kebodohan
pertanyaan
dan ketakmengertian
atau mungkin sebuah bisikan
tak seharusnya aku menyimpan
membaca, dan berusaha memahaminya
pesan-pesanku
yang tak pernah sampai padamu
*~..~**~..~*
rabbi
apa rahasia Kau ciptakan hati dan perasaan manusia?
padanya keindahan cinta bermuara
darinya juga derita kesakitan merajalela
dengannya manusia beroleh mulia
karenanya juga manusia sering terpuruk tak berdaya
semakin ditentang semakin menantang
suatu saat halus selembut kapas
lain waktu membatu dan mengeras
rabbi
aku bertanya karena aku sukar memahami
dan aku takut
selalu saja aku sukar memahami
*~..~**~..~*
maaf..
aku belum bisa menjadi yang terbaik
yang bisa diandalkan untuk dipercaya
meski aku sudah mencoba sedaya upaya
masih saja belum menyempurnakan segalanya
maafkan..
tak mengapa bila sekarang bukan masanya
tapi kuyakini suatu saat nanti
karena ketetapan itu sudah pasti
maafkan aku
hanya untuk saat ini
*~..~**~..~*
tak ada yang kucintai
yang lebih aku cintai di dunia ini
selainmu
kau selalu disisiku
di setiap saat di hidupku
kau selalu memberi
tanpa pernah berucap tuk meminta
tak ada yang lebih kucintai
selain dirimu
dan aku ingin selalu begitu
mencintaimu di sepanjang hidupku
mengingatmu di setiap detik hela nafasku
seumpama harap dan doa bahagiamu
di setiap jengkal langkah hidupku
aku ingin kau tahu
aku mencintaimu lebih dari siapapun
aku ingin kau tahu
tak ada yang lebih kucintai selain dirimu
sungguh aku ingin begitu
menjadi sepertimu
kelak untuk anak-anakku
aku selalu membanggakanmu ibu
*~..~**~..~*
mungkin dia tidak tahu
aku tidak mencari malam karena indahnya bintang
tidak pula karena cantiknya sinar bulan
semua itu akan pudar
bila sang surya datang
Kau tahu
dan seharusnya dia pun tahu
aku mencari malam
karena ia memberi kedamaian
di balik kelam yang menenangkan
diantara gemerlap siang yang menyilaukan
aku memuja malam
hanya karena ia memberi harapan
yang takkan sirna
meski pagi menjelang
Kau pasti tahu
aku hanya ingin dia tahu
*~..~**~..~*
rabbi
*~..~**~..~*
rabbi
dengan segala kekurangan diri
kami memohon kepadaMu
penuhilah dada ini dengan cinta kepadaMu
cukupkanlah diri ini dengan kasih sayangMu
jangan biarkan kami bergantung
kepada dunia dan segala isinya
dan
jangan biarkan dunia seisinya
bertahta di dalam dada
allahumma anta rabbi khalaqtani
wa ana abduka
fayaghfiru man yasya
wa yuadzdzibu man yasya
wa tuizzu man tasya
wa tudzillu man tasya
bimbinglah kami untuk ridha
dengan segala qadha dan qadarMu
jika kesulitan dan ujian
adalah wujud cintaMu pada kami
jangan biarkan ia sirna dari hidup kami
berilah kami kesabaran
keikhlasan
keridhaan
dan kekuatan untuk menghadapinya
rabbi
cukupkan kami dengan segala cinta
dan taat kepadaMu
*~..~**~..~*
telah kuberikan jiwa ragaku untukmu
*~..~**~..~*
telah kuberikan jiwa ragaku untukmu
telah kupinta apa yang engkau mau dari hidupku
tapi maaf
belum tertunai doamu ibu
*~..~**~..~*
kebekuan yang masih saja ada
*~..~**~..~*
kebekuan yang masih saja ada
ntah bila berlalu
keras membatu dan membisu
tak berubah
kata-kata yang terasa hampa
kini pun tak bermakna
senyum dan sapa yang tiada beda
seumpama fatamorgana
sinar terang
pun malam yang gulita
tak dapat mengubahnya
mungkinkah takkan berubah?
terbungkam dalam diam
dalam sunyi yang tiada henti
layaknya asa yang tak terganti
semoga
dan semoga
hingga masanya nanti
*~..~**~..~*
luka hatiku belum kering
*~..~**~..~*
luka hatiku belum kering
pun sehingga kini
dan kau toreh lagi luka lain padanya
adakah ia memberi arti?
mungkin untukmu
meski kuyakin tidak untukku
tak pernahkan kau rasa
betapa bahagianya menghargai
betapa indahnya memberi
dan menerima apa adanya
tanpa harus membuatnya
menjadi seperti yang kita ingini
aku tahu
kau tak menyadari itu
*~..~**~..~*
ya Allah,
inilah aku dengan hidupku..
nafas yang kuhirup, makanan yang masuk perut, maka itulah nikmat dan rezeki dariMu untukku..
detik dan menit yang terlewati di hariku, maka itulah bagianku dari sisiMu..
segala yang kuangan dan apa yang kusimpan, itu hanyalah sekedar titipan..
tak mengapa jika memang ini hidupku..
jika dengan pengorbananku mereka terbantu,
jika dengan peluh dan penatku mereka bahagia,
jika dengan duka nestapaku mereka lebih berharga, maka Engkaulah sebaik-baik pemberi barokah..
dan jika mereka-lah alasan adanya aku disitu, maka cukuplah adaMu jadi penjagaku..
alhamdulillah-lah begini hidupku..
saat aku mungkin tak dapat apa yang kupinta,
tak apalah karena Engkau menggantinya dengan yang lebih berfaedah..
meski kadang aku ingin sesuatu,
syukurlah Engkau lebih tahu yang lebih baik dari sekedar ke-aku-anku..
kalaupun memang harus begitu, maka tetapkanlah aku untuk berjalan hanya dalam arah kepadaMu..
*~..~**~..~*
aku menunggunya
*~..~**~..~*
ya Allah,
inilah aku dengan hidupku..
nafas yang kuhirup, makanan yang masuk perut, maka itulah nikmat dan rezeki dariMu untukku..
detik dan menit yang terlewati di hariku, maka itulah bagianku dari sisiMu..
segala yang kuangan dan apa yang kusimpan, itu hanyalah sekedar titipan..
tak mengapa jika memang ini hidupku..
jika dengan pengorbananku mereka terbantu,
jika dengan peluh dan penatku mereka bahagia,
jika dengan duka nestapaku mereka lebih berharga, maka Engkaulah sebaik-baik pemberi barokah..
dan jika mereka-lah alasan adanya aku disitu, maka cukuplah adaMu jadi penjagaku..
alhamdulillah-lah begini hidupku..
saat aku mungkin tak dapat apa yang kupinta,
tak apalah karena Engkau menggantinya dengan yang lebih berfaedah..
meski kadang aku ingin sesuatu,
syukurlah Engkau lebih tahu yang lebih baik dari sekedar ke-aku-anku..
kalaupun memang harus begitu, maka tetapkanlah aku untuk berjalan hanya dalam arah kepadaMu..
*~..~**~..~*
aku menunggunya
aku sedang menunggunya
aku masih akan menunggunya
meski mungkin dia tak datang
sampai aku tak mampu lagi
menunggunya
*~..~**~..~*
aku ingin selalu seperti ini
hanya seperti saat ini
tenang dengan apa yang dihadapi
hanya saat ini
karena kemarinku sudah pergi
menjadi kenangan yang tak dapat terulang lagi
esokku masih dalam bayangan
yang tak dapat didatangkan meski sering terbayangkan
aku ingin seperti ini
seperti hari ini
dan saat ini
ketika masa lalu tak lagi jadi belenggu
ketika masa depan bukanlah seluruh pengharapan
hanya ketika yang dihadapan cukup untuk jadi pandangan
aku ingin hanya seperti ini
melewati hari dengan ringan hati
tanpa menyesali apapun yang menjadi sejarah
yang berlalu dan terlewati
meski kadang ragu masih datang sekali-sekala
mengusik hati yang belum sepenuhnya menghapus duka
sedangkan kaki harus tetap melangkah
aku hanya ingin seperti ini
menikmati perasaan yang tanpa beban
yang tak merisaukan apapun yang ada di depan
karena semua sudah dalam rancangan Tuhan
takkan sedikitpun akan dikurangkan atau dirugikan
*~..~**~..~*
menguburkan lagi
*~..~**~..~*
aku ingin selalu seperti ini
hanya seperti saat ini
tenang dengan apa yang dihadapi
hanya saat ini
karena kemarinku sudah pergi
menjadi kenangan yang tak dapat terulang lagi
esokku masih dalam bayangan
yang tak dapat didatangkan meski sering terbayangkan
aku ingin seperti ini
seperti hari ini
dan saat ini
ketika masa lalu tak lagi jadi belenggu
ketika masa depan bukanlah seluruh pengharapan
hanya ketika yang dihadapan cukup untuk jadi pandangan
aku ingin hanya seperti ini
melewati hari dengan ringan hati
tanpa menyesali apapun yang menjadi sejarah
yang berlalu dan terlewati
meski kadang ragu masih datang sekali-sekala
mengusik hati yang belum sepenuhnya menghapus duka
sedangkan kaki harus tetap melangkah
aku hanya ingin seperti ini
menikmati perasaan yang tanpa beban
yang tak merisaukan apapun yang ada di depan
karena semua sudah dalam rancangan Tuhan
takkan sedikitpun akan dikurangkan atau dirugikan
*~..~**~..~*
menguburkan lagi
yang terpadam
mengemaskan lagi
yang terserak
dan mengawali lagi
langkah yang tertahan
*~..~**~..~*
aku tahu
dalam setiap keinginan dan pengharapan
dalam semua ikhtiar dan doa yang terlantunkan
ada DIA penguasa semesta
aku tahu
karena DIA telah mengajarkanku
dalam ingat dan sadarku DIAlah penggenggam jiwa
dalam setiap munajatku DIAlah penentu arah
aku sebenarnya tahu
tapi aku sedang belajar membimbing hatiku
DIA yang dalam genggamanNYA setiap detik nafas kita
hanya pada DIA tempat berserah
meski begitu
aku masih mengajari hatiku
ada DIA di antara kita
DIA yang tak pernah lupa
atau leka meski sesaat jua
memberi yang terbaik untuk hambaNYA
yang terindah pada masanya
*~..~**~..~*
karena aku muslimah
*~..~**~..~*
aku tahu
dalam setiap keinginan dan pengharapan
dalam semua ikhtiar dan doa yang terlantunkan
ada DIA penguasa semesta
aku tahu
karena DIA telah mengajarkanku
dalam ingat dan sadarku DIAlah penggenggam jiwa
dalam setiap munajatku DIAlah penentu arah
aku sebenarnya tahu
tapi aku sedang belajar membimbing hatiku
DIA yang dalam genggamanNYA setiap detik nafas kita
hanya pada DIA tempat berserah
meski begitu
aku masih mengajari hatiku
ada DIA di antara kita
DIA yang tak pernah lupa
atau leka meski sesaat jua
memberi yang terbaik untuk hambaNYA
yang terindah pada masanya
*~..~**~..~*
karena aku muslimah
jangan pernah berpikir aku lemah
meski kadang aku tersedu
jangan mengira aku rapuh
tidak, aku tak begitu
jiwaku kukuh
lebih dari apa yang tampil dihadapmu
memang aku tak sekeras karang
tapi aku takkan terhempas gelombang
aku bangga karena aku muslimah
karena Allah memuliakanku disisiNya
kutahu segalanya takkan pernah sempurna
seperti yang kupinta
tapi janji Allah benar adanya
jangan pernah meraguiku
walau hanya selintas lalu
kau harus tahu bahwa aku bisa
mengatasi segalanya
karena aku seorang muslimah
*~..~**~..~*
meski kadang aku tersedu
jangan mengira aku rapuh
tidak, aku tak begitu
jiwaku kukuh
lebih dari apa yang tampil dihadapmu
memang aku tak sekeras karang
tapi aku takkan terhempas gelombang
aku bangga karena aku muslimah
karena Allah memuliakanku disisiNya
kutahu segalanya takkan pernah sempurna
seperti yang kupinta
tapi janji Allah benar adanya
jangan pernah meraguiku
walau hanya selintas lalu
kau harus tahu bahwa aku bisa
mengatasi segalanya
karena aku seorang muslimah
*~..~**~..~*