karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)

16.12.11

"Jika engkau tidak malu, perbuatlah apa yang engkau suka."

Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry ra dia berkata, rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah:
"Jika engkau tidak malu, perbuatlah apa yang engkau suka." (Riwayat Bukhari)
Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna dan paling mulia. Dikatakan sempurna karena ada akal pikiran, dan juga nafsu, yang melebihkannya dari malaikat. Jika kesempurnaan itu diberikan sebagai anugerah, maka tidak demikian halnya dengan kemuliaan.

Hidup dan kehidupan, selalu ada dilema di dalamnya. Antara dua pilihan, atau bahkan lebih diantaranya. Meski begitu, kebebasan juga diberikan. Disinilah akal pikiran berperan, digunakan untuk mencapai kemuliaan. Berpikir untuk memilih yang lebih baik, atau yang terbaik dan memutuskan menjadi mulia dengannya. Tapi apakah semudah itu prosesnya? Ternyata tidak.

Lihatlah nabi saw bersabda demikian. Kita bebas melakukan dan memilih mana saja jalan yang kita suka. Apa saja. Tapi dengan satu syarat, kita tidak malu! Mungkin saja kita bisa tidak malu dengan orang lain atau dengan diri sendiri. Tapi bisakah kita tidak malu dengan Allah?

Allah sudah mendesain kita sebagai makhluk sempurna dari sananya. Disamping kesempurnaan akal pikiran, juga dianugerahi nafsu. Nafsu itu, jika kita bisa menguasainya, kita akan mencapai kemuliaan melebihi derajat malaikat. Nafsu itu, jika kita kalah daripadanya, maka setan yang akan menguasai kita.
Kalau dengan bekal kelebihan akal pikiran dan desain yang sempurna yang diberi itu kita tidak berhasil menguasai nafsu, apa lantas kita tidak malu pada Allah? Diberi bekal lebih tapi tidak dapat hasil yang sepadan. Kalau dengan kesempurnaan yang diberikan justru membuat kita berpihak pada setan, bagaimana nanti jika dimintai pertanggungjawaban?

Semoga kita selalu merasa malu jika tidak bisa memberi yang terbaik..
Semoga kita selalu merasa malu karena dengan itu ada perisai dari keburukan..
Dan semoga kita selalu merasa malu karena dengan malu itu kita bisa menjaga iman..
Insyaallah..