Wahai manusia..
Berdaganglah engkau kepadaKu.
Tapi rendahkanlah dalam memungut laba, karena disisiKu ada imbalan yang tak mungkin dilihat mata, tak mungkin didengar telinga, dan tak mungkin tergambar dalam benak seorang hamba.
KekayaanKu tak akan pernah habis dan tak akan pernah berkurang.
Aku adalah Sang Maha Pemberi lagi Maha Pemurah.
karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)
12.2.12
9.2.12
tentang hati
Abul-Hasan Asysyadzily ra berkata:
Maka adab seorang hamba: jika merasa berdosa harus segera bertobat, dan jika kehilangan dunia, harus rela dan menyerah kepada hukum Allah, dan bila dihina orang harus sabar. Dan jagalah dirimu jangan sampai kamu merugikan (aniaya) lain orang.
Dan apabila terjadi qabdh (risau hati) itu tidak diketahui sebabnya, maka harus tenang menyerah. Insyaallah jika tenang menyerah, tidak lama akan sirna masa gelap dan berganti dengan tenang.
Adapun dalam masa bashet (riang hati), maka sebabnya adalah satu dari tiga: karena bertambahnya kelakuan ibadat (taat) dan bertambahnya ilmu ma'rifat, atau karena bertambahnya kekayaan atau kehormatan, dan yang ketiga karena pujian dan sanjungan orang kepadanya.
Maka adab seorang hamba: jika merasa bertambah taat ibadahnya dan ilmu ma'rifatnya harus merasa bahwa itu semata-mata kurnia Tuhan, dan berhati-hati jangan sampai merasa bahwa itu dari kerajinan sendiri. Dan jika mendapat tambah keduniaan, maka ini pula yang harus dianggap bahwa itu semata-mata kurnia Allah, dan harus waspada jangan sampai terkena bahayanya. Adapun jika berupa pujian sanjungan orang kepadamu, maka kehambaanmu mengharuskan bersyukur kepada Allah yang telah menutupi kejelekanmu, sehingga orang-orang hanya mengenal kebaikanmu, semata-mata.
"Alqabdhu wal basthu (risau hati dan riang hati) selalu silih berganti dalam perasaan tiap hamba, bagaikan silih berganti siang dan malam."Dan sebabnya qabdh (risau hati) itu salah satu dari tiga: karena dosa, atau kehilangan dunia, atau dihina orang.
Maka adab seorang hamba: jika merasa berdosa harus segera bertobat, dan jika kehilangan dunia, harus rela dan menyerah kepada hukum Allah, dan bila dihina orang harus sabar. Dan jagalah dirimu jangan sampai kamu merugikan (aniaya) lain orang.
Dan apabila terjadi qabdh (risau hati) itu tidak diketahui sebabnya, maka harus tenang menyerah. Insyaallah jika tenang menyerah, tidak lama akan sirna masa gelap dan berganti dengan tenang.
Adapun dalam masa bashet (riang hati), maka sebabnya adalah satu dari tiga: karena bertambahnya kelakuan ibadat (taat) dan bertambahnya ilmu ma'rifat, atau karena bertambahnya kekayaan atau kehormatan, dan yang ketiga karena pujian dan sanjungan orang kepadanya.
Maka adab seorang hamba: jika merasa bertambah taat ibadahnya dan ilmu ma'rifatnya harus merasa bahwa itu semata-mata kurnia Tuhan, dan berhati-hati jangan sampai merasa bahwa itu dari kerajinan sendiri. Dan jika mendapat tambah keduniaan, maka ini pula yang harus dianggap bahwa itu semata-mata kurnia Allah, dan harus waspada jangan sampai terkena bahayanya. Adapun jika berupa pujian sanjungan orang kepadamu, maka kehambaanmu mengharuskan bersyukur kepada Allah yang telah menutupi kejelekanmu, sehingga orang-orang hanya mengenal kebaikanmu, semata-mata.
6.2.12
Dari Abdullah bin Sahal: Aku mendengar Yahya bin Muadz berkata:
"Tiga sikapmu terhadap sesama orang beriman; jika kamu tidak bisa memberi manfaat janganlah engkau mencelakainya, jika kamu tidak bisa membahagiakannya maka janganlah engkau membuatnya bersedih, dan ketiga, jika tidak bisa memujinya maka janganlah engkau menghinanya."
mendidik hati 3
Suatu hari Sofyan Ats-asuri pernah memohon kepada Rabi'ah agar berkenan menjelaskan tentang pengertian kemurahan. Rabi'ah bertanya kepada Sofyan:
"Apakah yang dimaksud kemurahan menurut pengertianmu?"Jawabnya:
"Yang dinamakan pemurah di dunia adalah tidak bakhil mendermakan hartanya. Dan pemurah dalam pengertian orang yang rindu terhadap kehidupan akhirat adalah tidak bakhil menyerahkan dan mengorbankan dirinya dalam beribadah kepada Allah."
"Jawabanmu itu salah!", jawab Rabi'ah tegas.
"Lalu apakah yang dinamakan pemurah menurut engkau?", Sofyan minta penjelasan.
"Pemurah ialah bahwa engkau menyembah Allah semata-mata karena engkau mencintaiNya. Tidak mengharap balasan apapun dariNya.", jawab Rabi'ah singkat.
5.2.12
cintaku
Suatu saat seseorang ditanya tentang pujaan hatinya.
"Siapa yang engkau cintai di dunia ini?"Dia menjawab,
"Ibuku.."Ditanya hal yang sama lagi dan dijawab,
"Ibuku.."Sampai yang ke empat kali, jawabnya tetap sama,
"Ibuku.."
"Apakah kau tak punya ayah? Bukankah nabi saw bersabda bahwasanya ibu, ibu, ibu, kemudian ayah?"Yang ditanya hanya tersenyum. Terbersit sedikit kegetiran di sudut senyumnya.
"Dulu aku pun begitu. Diantara empat cinta, aku punya satu untuk ayahku. Tapi entah kenapa dia memberikannya pada ibuku. Sayang sekali aku nggak punya cinta ke lima untuk kuberikan pada ayahku sebagai penggantinya."Yang bertanya masih belum bisa memahami penjelasannya. Hanya mampu mengangkat dan mempertemukan kedua alisnya untuk menunjukkan kebingungannya.
"Dengan hanya satu derajat kemulyaan saja, ayahku tega menyakiti ibu. Bisa-bisanya dia ada wanita lain saat ibuku tak kekurangan suatu apapun sebagai istrinya. Pengkhianatan terbesar seorang suami terhadap istrinya, dan juga ayah terhadap anak-anaknya. Sejak saat itu, aku memutuskan untuk memberikan seluruh cintaku untuk ibuku. Aku memang masih punya ayah, tapi aku tak punya cinta lagi untuknya."
4.2.12
dari sahabatku untukmu, saudaraku..
23.01.2012//10.26am
Sebuah pesan terkirim dari seorang sahabat.
Satu pesan singkat yang menyimpan berjuta duka dan perih tak terkata.
Seandainya saja aku ada di dekatnya..
Dia masih sangat muda, beberapa tahun dibawahku. Sulung dari tiga bersaudara, adik-adiknya perempuan. Memang tak terkata, ketika tahu bahwa ia harus menanggung semua ini. Tapi Allah sudah menentukan kehendakNya juga, tak ada yang bisa menolak.
Sesaat terbayang, bagaimana jika aku yg harus menanggung ini?
Allahu rabbi..
Kutelpon mak di rumah, berbatas luas lautan beribu kilometer jauh dariku di perantauan. Kuulur salam, kudengar riang sambutan diujung sana. Alhamdulillah..
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Penuh syukur dan bahagia, kutanyakan kabarnya, kuceritakan kisah sahabat tadi. Bersama kami mohonkan kebersamaan sampai akhir masa (meski suatu saat ajal pasti datang menghampiri dan kami tak akan pernah siap menghadapinya). Biarlah Allah menentukan akhirnya..
Tak berapa lama setelah itu kuhubungi dia. Dari semua suara yang kudengar sepanjang berbicara dengannya, aku cuma bisa merasakan kesedihan dan duka yang teramat dalam ..
23.01.2012//08.23pm
Kukirimkan sebuah pesan untuk menemaninya mengarungi kedukaan, sekedar mencoba menghibur.
25.01.2012//08.16am
Kucoba mengirim sebuah pesan lagi.
Kami hanya hamba rabb.. Engkaulah penentu segala..
Kukirim pesan balasan.
31.01.2012//07.51am
Satu pesan singgah di inbox..
31.01.2012//12.21pm
Ada missed call dari dia.
Kusempatkan menelpon balik lepas solat. Rupanya dia sedang galau tak terkira. Dia masih tak tahu bagaimana harus menghadapinya, dan harus memulai langkah seterusnya darimana.
Ya Allah.. Betapa berat ini untuknya..
Dia menyesalkan kenapa semua ini terjadi padanya, sementara ia masih sangat muda, belum bisa banyak berbuat untuk arwah.
Kujawab sebaik apa yang kutau, dan kukirimkan beberapa lagu Opick untuknya.
Allah.. Semoga apa yang aku bagikan padanya bisa menenangkan kegalauannya, meski hanya sedikit.. Biarlah Engkau yang menyelesaikan akhirnya..
02.02.2012//05.57pm
03.02.2012//06.53am
Sebuah pesan datang. Sangat tak biasa di pagi hari begini.
"Akak.. Rindunya ke arwah.. :( "
Masyaallah.. Apalagi yang harus aku tulis untuk membalasnya? Mesti dia bangun pagi dan teringat maknya..
Ya Allah.. Kalaulah memang harus aku yang Engkau takdirkan untuk menemaninya di saat-saat begini, berilah petunjuk kepadaku untuk dapat memberikan jawaban yang terbaik padanya..
05.02.2012//03.10pm
Pesan sore hari..
Aku cuma bisa bilang padanya bahwa rahmat dan kasih Allah seluas langit dan bumi dan apapun yang ada diantaranya. Sehingga tak patut bagi kita, bahkan sedikitpun, untuk berputus ada dariNya..
Dia bilang bahwa dia sangat kecewa dan sedih karena belum puas membalas jasa maknya..
Kutulis balasan untuknya:
Jadi ingat sebuah ayat dalam surat Muhammad 36:
Meski masih dalam keadaan kalut seperti itu, dia berencana masuk kerja besok. Hanya bisa berharap, semoga kesibukan akan membantunya lepas dari kerinduan dan beban-beban itu..
Seperti kutipan Bidadari-bidadari Surga yang kudapat dari seseorang, "Esok lusa, kesibukan dan waktu akan membuatnya terlupakan. Mungkin yang kali ini butuh waktu cukup lama. Membersihkan harapan-harapan yang terlanjur datang."
Dalam konteks yang berbeda, tapi tetap saja, kesibukan akan jadi pemeran utama.. Semoga..
Ya Allah.. Hanya ini yang mampu kuberikan untuknya..
Kutinggalkan padaMu yang selebihnya.. Engkaulah sebaik-baik penjaga..
Kita..
Apakah kita sudah siap untuk ada ditempatnya?
Ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cinta?
Atau bahkan, siapkah kita untuk meninggalkan mereka?
Tak ada yang bisa memberi jika Allah mencegah. Dan tidak ada yang bisa mencegah jika Allah memberi.
Baik nikmat ataupun bala..
Hasbi Allah..
Sebuah pesan terkirim dari seorang sahabat.
"Kak.. Mak saya dah meninggal semalam.. Minta sedekahkan al-fatihah.. Thanx.."Allahu rabbi.. Masyaallah!
Satu pesan singkat yang menyimpan berjuta duka dan perih tak terkata.
Seandainya saja aku ada di dekatnya..
Dia masih sangat muda, beberapa tahun dibawahku. Sulung dari tiga bersaudara, adik-adiknya perempuan. Memang tak terkata, ketika tahu bahwa ia harus menanggung semua ini. Tapi Allah sudah menentukan kehendakNya juga, tak ada yang bisa menolak.
Sesaat terbayang, bagaimana jika aku yg harus menanggung ini?
Allahu rabbi..
Kutelpon mak di rumah, berbatas luas lautan beribu kilometer jauh dariku di perantauan. Kuulur salam, kudengar riang sambutan diujung sana. Alhamdulillah..
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Penuh syukur dan bahagia, kutanyakan kabarnya, kuceritakan kisah sahabat tadi. Bersama kami mohonkan kebersamaan sampai akhir masa (meski suatu saat ajal pasti datang menghampiri dan kami tak akan pernah siap menghadapinya). Biarlah Allah menentukan akhirnya..
Tak berapa lama setelah itu kuhubungi dia. Dari semua suara yang kudengar sepanjang berbicara dengannya, aku cuma bisa merasakan kesedihan dan duka yang teramat dalam ..
23.01.2012//08.23pm
Kukirimkan sebuah pesan untuk menemaninya mengarungi kedukaan, sekedar mencoba menghibur.
"Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar) dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. -at-Taghabun 11"Alhamdulillah, terkirim satu janji Allah untuknya..
25.01.2012//08.16am
Kucoba mengirim sebuah pesan lagi.
"Bile start keje semula?"Maksud hati untuk menciptakan suasana yang berbeda, tapi..
"Tak tau lagi.. Belum recover lagi.. Tima kasih lah banyak-banyak.. Minta sedekahkan al-fatihah untuk arwah mak.."Jadi ingat hadits nabi saw yang diriwayatkan Muslim, bahwa apabila seseorang anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah amalannya melainkan 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakan untuknya. Meski kutahu itu dan takkan merubah apapun, tetap saja kulafadzkan lagi fatihah untuk beliau.
Kami hanya hamba rabb.. Engkaulah penentu segala..
Kukirim pesan balasan.
"Saya tahu ini masa terberat awak.. Even saya tak dapat bayang if saya ada kat tempat awak.. Tapi redha adalah yang terbaik untuk apa yang sudah terjadi, untuk mak awak, untuk awak, untuk bagi support ke ayah dan adik-adik awak. Awak kene kuat untuk jadi pengganti tempat mak awak dalam keluarga.. Satu yang jelas, awak kene boleh menerima bahawa semua hal sudah digariskan, yang terbaik untuk kita, meski kadang kita tak paham apa baiknya dari sesuatu yang tak baik di mata kita. Ada hikmah di sebaliknya, wallahu alam.. Dan karena hanya Allah Yang Maha Tahu, jadi kepada Allah juga kita mengadu, meminta petunjuk untuk menghadapinya dengan jalan yang benar.. Sembahyang dan banyak-banyak mengingat Allah..
31.01.2012//07.51am
Satu pesan singgah di inbox..
"Apa ye yang saya perlu buat untuk tenangkan hati saya dan redha atas ujian ini?"Pesan yang menghantarkan berat beban dukanya..
"Alladzina aamanu wa tathmainnul qulubuhum bidzikrillah. Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub.. (Iaitu) orang -orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan mengingat Allah. Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah, tenang tenteramlah hati manusia. (ar-rad 28)"Kukirim satu-satunya ayat penawar hati dari kalam Allah, Al Quranul Karim.. Semoga Allah hadir di hatinya, menenangkan kegalauannya..
31.01.2012//12.21pm
Ada missed call dari dia.
Kusempatkan menelpon balik lepas solat. Rupanya dia sedang galau tak terkira. Dia masih tak tahu bagaimana harus menghadapinya, dan harus memulai langkah seterusnya darimana.
Ya Allah.. Betapa berat ini untuknya..
Dia menyesalkan kenapa semua ini terjadi padanya, sementara ia masih sangat muda, belum bisa banyak berbuat untuk arwah.
"Mak orang lain boleh sampai usia 50 or lebih dari itu, kenapa harus mak saya? Mak saya masih muda lagi, baru 48.. Saya pun belum sempat bahagiakan mak saya.. Saya masih ingin bahagiakan mak saya.. Mak saya pun nak tengok saya menikah dan ada cucu.."Sesak di dada untuk sesaat..
"Mak saya orang baik.. Kenapa harus orang baik yang dipanggil dulu? Kenapa tak orang jahat je?"
"Macam mana nak buat saya tenang dan redha dengan semua ini?"
"Apa yang harus saya buat untuk menebus dosa-dosa saya pada mak saya? Saya tak sempat pun meminta maaf ke mak saya.."
"If orang dah mati, apa yang dia buat selepas dikubur?"
"Apa yang harus saya buat untuk arwah mak saya?"Dan banyak hal lain yang tak pernah ada orang menanyakannya padaku.
Kujawab sebaik apa yang kutau, dan kukirimkan beberapa lagu Opick untuknya.
Allah.. Semoga apa yang aku bagikan padanya bisa menenangkan kegalauannya, meski hanya sedikit.. Biarlah Engkau yang menyelesaikan akhirnya..
02.02.2012//05.57pm
"Salam.. Macam mana awak hari ini?"Kutanya kabarnya sekali lagi..
"Waalaikum salam.. Saya baru lepas solat.. Akak mesti bisa merasakan kalau saya tengah down.."Masih belum seperti yang kuharapkan rupanya..
"Boleh saya bayang macam mana rasanya, tak terkata.. Awak pernah tertanya, kenapa bukan orang jahat sahaja yang diambil, kan? Dalam quran surat Yunus 11 dinyatakan: Dan kalau Allah menyegerakan bagi manusia azab sengsara yang mereka minta disegerakan, sebagaimana mereka minta disegerakan nikmat kesenangan, nescaya binasalah mereka dan selesailah ajal mereka. Oleh itu, (Kami tidak menyegerakan azab yang dimintanya), Kami biarkan orang-orang yang tidak menaruh ingatan menemui Kami itu meraba-raba dalam kesesatannya."Aku tunjukkan sesuatu padanya..
03.02.2012//06.53am
"Akak.. Saya paling ingat arwah bila bangun tidur.. Tak tertanggung rasa rindu.."Ya Allah, apa balasan terbaik untuknya keluhan ini? Yang tak mengabaikan perasaannya dan juga tak membebani langkah kakinya..
"Tak mengapa awak sentiasa mengingatnya untuk mengubati rasa rindu.. Memang tidak patut untuk dilupakan.. Tapi awak harus redha dengan kenyataan dan sabar menanggungnya.. Jika perlu menangis, menangislah pada Allah.. Pergi sembahyang untuk menenangkan hati.. Mengadulah pada Allah, apa yang awak rasa, apa yang awak mau.."05.02.2012//06.20am
Sebuah pesan datang. Sangat tak biasa di pagi hari begini.
"Akak.. Rindunya ke arwah.. :( "
Masyaallah.. Apalagi yang harus aku tulis untuk membalasnya? Mesti dia bangun pagi dan teringat maknya..
Ya Allah.. Kalaulah memang harus aku yang Engkau takdirkan untuk menemaninya di saat-saat begini, berilah petunjuk kepadaku untuk dapat memberikan jawaban yang terbaik padanya..
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran." Ambil wudu, sembahyang.. Ingat-ingat dan rindukan mak awak dalam doa.. Pohonkan kebaikan akhirat dan tempat yang mulia disisiNya.. Doa anak yang soleh takkan terputus amalannya..
"Akak.. Ada tak apa-apa hadith or terjemahan mengenai ajal.. Saya sedih sebab setiap kali lepas solat saya akan minta Allah panjangkan umur mak dan ayah saya.."Terasa kekecewaan mengalir dalam pesan yang dikirmnya..
"Allah berfirman: Ada tiga hal dalam hubungan antara Aku denganmu: yang satu hal milikKu, yang satu hal milikmu, sedangkan yang satu hal lagi adalah milik antara Aku dan kamu. Satu hal yang menjadi milikKu adalah ruhmu. Satu hal lagi yang menjadi milikmu adalah amal perbuatanmu. Sedangkan doa dan urusan pengabulan adalah yang menjadi milik antara Aku dan kamu. Doa itu darimu sedangkan urusan pengabulan adalah dariKu.." Yang terjadi adalah takdir dan hukum Allah, bukan kita yang mengatur..Semoga balasan pesanku tidak mengecewakannya juga.. Kalaulah juga selepas ini masih ada lagi pesan rindu di pagi hari, ntah..
05.02.2012//03.10pm
Pesan sore hari..
"Akak.. Semangat saya dah hilang.. Macam mana nak cari balik.. :("Ya Allah.. Adakah tempat kami kembali selain kepadaMu?
Aku cuma bisa bilang padanya bahwa rahmat dan kasih Allah seluas langit dan bumi dan apapun yang ada diantaranya. Sehingga tak patut bagi kita, bahkan sedikitpun, untuk berputus ada dariNya..
Dia bilang bahwa dia sangat kecewa dan sedih karena belum puas membalas jasa maknya..
Kutulis balasan untuknya:
Dalam sebuah kisah ada sahabat yang bertanya bagaimana berbakti kepada orang tua jika mereka sudah tiada. Rasulullah menjawab, "Hendaklah ia bersedekah untuk mereka dengan menjamu orang makan, membaca al quran atau mendoakannya. Apabila hal itu ditinggalkannya, maka sesungguhnya ia telah durhaka." Nabi saw melanjutkan, "Tiada seorang hamba selesai shalat fardhu mendoakan ibu-bapaknya supaya diampuni Allah segala dosanya, melainkan Allah mengabulkannya, dan dia juga mendapat ampunan dari Allah berkat doanya kepada orang tuanya itu, meskipun kedua ibu-bapaknya orang fasik."
"Doakan saya tabah untuk hadapi semua ini ya.. Saya rasa pengisian rohani saya kurang.. Sebab tu jiwa saya tak kuat.."Benarlah ianya sunnatullah.. Bahwa hati dicipta untuk tenang dengan mengingat Allah..
Jadi ingat sebuah ayat dalam surat Muhammad 36:
Meski masih dalam keadaan kalut seperti itu, dia berencana masuk kerja besok. Hanya bisa berharap, semoga kesibukan akan membantunya lepas dari kerinduan dan beban-beban itu..
Seperti kutipan Bidadari-bidadari Surga yang kudapat dari seseorang, "Esok lusa, kesibukan dan waktu akan membuatnya terlupakan. Mungkin yang kali ini butuh waktu cukup lama. Membersihkan harapan-harapan yang terlanjur datang."
Dalam konteks yang berbeda, tapi tetap saja, kesibukan akan jadi pemeran utama.. Semoga..
Ya Allah.. Hanya ini yang mampu kuberikan untuknya..
Kutinggalkan padaMu yang selebihnya.. Engkaulah sebaik-baik penjaga..
Kita..
Apakah kita sudah siap untuk ada ditempatnya?
Ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cinta?
Atau bahkan, siapkah kita untuk meninggalkan mereka?
Tak ada yang bisa memberi jika Allah mencegah. Dan tidak ada yang bisa mencegah jika Allah memberi.
Baik nikmat ataupun bala..
Hasbi Allah..
3.2.12
mendidik hati 2
Banyak ulama besar yang pernah datang menghadap Rabi'ah untuk membicarakan masalah keikhlasan. Diantaranya adalah Malik bin Dinar, Hasan al-Basri, dan saudara kandung al-Balkhi. Pada pertemuan itu Hasan al-Basri merupakan orang pertama yang angkat bicara.
Rabi'ah kemudian menjelaskan,
"Orang yang tidak sabar menghadapi cobaan Allah, maka ia belum bisa dikatakan benar dalam pengakuannya sebagai muslim", kata Hasan al-Basri.
"Ini adalah tipu daya", kata Rabi'ah.
"Orang yang belum bersyukur atas cobaan Allah, maka ia belum dianggap benar dalam pengakuannya", kata saudara kandung al-Balkhi.
"Ada lagi yang lebih baik dari itu", jawab Rabi'ah.
"Orang yang belum merasa sedap menerima cobaan Allah, maka ia belum juga dianggap benar dalam pengakuannya", sambung Malik bin Dinar.
"Ada lagi yang lebih baik dari itu", jawab Rabi'ah sambil berteriak.Kemudian tiga ulama besar itu berkata kepada Rabi'ah, "Kalau begitu, katakanlah kepada kami bagaimana yang engkau maksudkan".
Rabi'ah kemudian menjelaskan,
"Orang yang masih ingat dan merasakan cobaan yang sedang menimpa dirinya belum dikatakan orang yang terbaik. Yang terbaik ialah orang yang lupa segala-galanya ketika menerima musibah, dan hanya Allah yang diingatnya. Yakni sebagaimana wanita-wanita Mesir lupa bahwa tangannya telah terluka ketika menyaksikan keindahan paras muka Nabi Yusuf".
Subscribe to:
Comments (Atom)
