Suatu saat seseorang ditanya tentang pujaan hatinya.
"Siapa yang engkau cintai di dunia ini?"
Dia menjawab,
"Ibuku.."
Ditanya hal yang sama lagi dan dijawab,
"Ibuku.."
Sampai yang ke empat kali, jawabnya tetap sama,
"Ibuku.."
"Apakah kau tak punya ayah? Bukankah nabi saw bersabda bahwasanya ibu, ibu, ibu, kemudian ayah?"
Yang ditanya hanya tersenyum. Terbersit sedikit kegetiran di sudut senyumnya.
"Dulu aku pun begitu. Diantara empat cinta, aku punya satu untuk ayahku. Tapi entah kenapa dia memberikannya pada ibuku. Sayang sekali aku nggak punya cinta ke lima untuk kuberikan pada ayahku sebagai penggantinya."
Yang bertanya masih belum bisa memahami penjelasannya. Hanya mampu mengangkat dan mempertemukan kedua alisnya untuk menunjukkan kebingungannya.
"Dengan hanya satu derajat kemulyaan saja, ayahku tega menyakiti ibu. Bisa-bisanya dia ada wanita lain saat ibuku tak kekurangan suatu apapun sebagai istrinya. Pengkhianatan terbesar seorang suami terhadap istrinya, dan juga ayah terhadap anak-anaknya. Sejak saat itu, aku memutuskan untuk memberikan seluruh cintaku untuk ibuku. Aku memang masih punya ayah, tapi aku tak punya cinta lagi untuknya."