karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)

9.2.12

tentang hati

Abul-Hasan Asysyadzily ra berkata:
"Alqabdhu wal basthu (risau hati dan riang hati) selalu silih berganti dalam perasaan tiap hamba, bagaikan silih berganti siang dan malam."
Dan sebabnya qabdh (risau hati) itu salah satu dari tiga: karena dosa, atau kehilangan dunia, atau dihina orang.
Maka adab seorang hamba: jika merasa berdosa harus segera bertobat, dan jika kehilangan dunia, harus rela dan menyerah kepada hukum Allah, dan bila dihina orang harus sabar. Dan jagalah dirimu jangan sampai kamu merugikan (aniaya) lain orang.
Dan apabila terjadi qabdh (risau hati) itu tidak diketahui sebabnya, maka harus tenang menyerah. Insyaallah jika tenang menyerah, tidak lama akan sirna masa gelap dan berganti dengan tenang.

Adapun dalam masa bashet (riang hati), maka sebabnya adalah satu dari tiga: karena bertambahnya kelakuan ibadat (taat) dan bertambahnya ilmu ma'rifat, atau karena bertambahnya kekayaan atau kehormatan, dan yang ketiga karena pujian dan sanjungan orang kepadanya.
Maka adab seorang hamba: jika merasa bertambah taat ibadahnya dan ilmu ma'rifatnya harus merasa bahwa itu semata-mata kurnia Tuhan, dan berhati-hati jangan sampai merasa bahwa itu dari kerajinan sendiri. Dan jika mendapat tambah keduniaan, maka ini pula yang harus dianggap bahwa itu semata-mata kurnia Allah, dan harus waspada jangan sampai terkena bahayanya. Adapun jika berupa pujian sanjungan orang kepadamu, maka kehambaanmu mengharuskan bersyukur kepada Allah yang telah menutupi kejelekanmu, sehingga orang-orang hanya mengenal kebaikanmu, semata-mata.