dear ignorant heart,
i have no passion left to beat u up..
at this rate i felt exhausted already..
dont you feel the same?
then why dont u stop being so persistent?
i'll be nice to u if u do so..
lets put our best effort together..
and live peacefully..
please consider this,
thanks..
~nextdoorneighbor
karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)
17.4.13
16.4.13
berusahalah semampumu
dalam ukuranmu sebagai makhluk
dan teguhkan keyakinanmu terhadap Allah
sebagai penguasa semesta alam
yang menggenggam urusan di langit, di bumi
dan apapun diantaranya
sepenuhnya, seutuhnya, tanpa ragu
tanpa sedikitpun keraguan
dan biarkan Allah menyelesaikan dengan caraNya
memberi yang terbaik atas kehendakNya
dalam ukuranmu sebagai makhluk
dan teguhkan keyakinanmu terhadap Allah
sebagai penguasa semesta alam
yang menggenggam urusan di langit, di bumi
dan apapun diantaranya
sepenuhnya, seutuhnya, tanpa ragu
tanpa sedikitpun keraguan
dan biarkan Allah menyelesaikan dengan caraNya
memberi yang terbaik atas kehendakNya
13.4.13
8.4.13
6.4.13
5.4.13
Siapakah orang yang sibuk?
Siapakah orang yang manis senyumnya?
Siapakah orang yang kaya?
Siapakah orang yang miskin?
Siapakah orang yang rugi?
Siapakah orang yang paling cantik?
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah. Dan bersegeralah..
Siapakah orang yang manis senyumnya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berucap "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Kemudian berkata,"Ya Rabb, aku ridho dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.Maka berbaik hatilah dan bersabar..
Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan berbagilah..
Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada, selalu menumpuk-numpukkan harta.Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki..
Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.Maka hargailah waktumu dan bersegeralah..
Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda..
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan dimana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu..
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia..
Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak, karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk mengharap ridho-Nya..
4.4.13
aku bukanlah siapa-siapa
tapi kenapa?
ada sebak yang memenuhi rongga dada
sesak tak kunjung reda
layar kaca 14" di depan mata
yang bisa berarti apa saja
kenapa membuatku limbung dan lunglai dibuatnya?
tak percaya tapi tak berdaya
-atau karena aku risau arti sebuah kebenaran?-
benarkah?
tapi kenapa?
-kenapa harus 'tapi kenapa?'-
bukankah aku bukan siapa-siapa?
ah, tetap saja
tak terjawab tanya di kepala
masih penuh rasa di dada
mungkin aku bukanlah siapa-siapa
hingga harus jadi bukan siapa-siapa
dan menjadikannya bukan siapa-siapa
tapi kenapa?
ada sebak yang memenuhi rongga dada
sesak tak kunjung reda
layar kaca 14" di depan mata
yang bisa berarti apa saja
kenapa membuatku limbung dan lunglai dibuatnya?
tak percaya tapi tak berdaya
-atau karena aku risau arti sebuah kebenaran?-
benarkah?
tapi kenapa?
-kenapa harus 'tapi kenapa?'-
bukankah aku bukan siapa-siapa?
ah, tetap saja
tak terjawab tanya di kepala
masih penuh rasa di dada
mungkin aku bukanlah siapa-siapa
hingga harus jadi bukan siapa-siapa
dan menjadikannya bukan siapa-siapa
Allah berfirman:
Barangsiapa yang yakin pada Allah tanpa sekutu lalu ia patuh dan tunduk, ia akan selamat.
Barangsiapa kenal setan lalu ia menantangnya, maka ia akan selamat.
Barangsiapa tahu kebenaran lalu ia mengikutinya, maka ia akan aman.
Barangsiapa tahu kebatilan lalu ia menghindarinya, maka ia akan beruntung.
Barangsiapa tahu setan dan dunia lalu meninggalkannya, maka ia akan bahagia.
Dari Ahmad bin Abdullah Al Hafizh: Al Qasim bin Utsman Al Ju'iy berkata:
Mencintai kepemimpinan adalah sumber segala macam kerusakan
Pekerjaan sedikit disertai ilmu pengetahuan adalah lebih baik daripada banyak bekerja tanpa pengetahuan
Modal utama bekerja adalah ikhlas kepada Allah
Menjauhkan diri dari perbuatan keji adalah tiang agama
Lapar adalah otak dari ibadah
Dan sebaik-baik penjagaan adalah menahan lidah
3.4.13
jika kau ingin bahagia
bahagia sajalah
kebahagiaan bukanlah harga mati yang susah dicari
jika ingin bahagia
tersenyum sudah cukup untuk mengawalinya
senyum bukanlah perkara yang harus dibayar dengan harga mahal
usah dibawa lagi semua luka
usah dikenang lagi semua duka
usah disimpan lagi kesedihan
kebahagiaan, luka, suka, nestapa dan kesedihan
takkan pernah sanggup bertemu
singgah bersama dalam hati yang satu
maka jika kau ingin bahagia
bahagia sajalah
seperti bahagia yang ingin kau rasa
~sebuahcintadaricintadidalamgelas
bahagia sajalah
kebahagiaan bukanlah harga mati yang susah dicari
jika ingin bahagia
tersenyum sudah cukup untuk mengawalinya
senyum bukanlah perkara yang harus dibayar dengan harga mahal
usah dibawa lagi semua luka
usah dikenang lagi semua duka
usah disimpan lagi kesedihan
kebahagiaan, luka, suka, nestapa dan kesedihan
takkan pernah sanggup bertemu
singgah bersama dalam hati yang satu
maka jika kau ingin bahagia
bahagia sajalah
seperti bahagia yang ingin kau rasa
~sebuahcintadaricintadidalamgelas
meski lelah
usah layan kaki tuk menyerah
melangkah ke hadapan
jangan hilang arah
kuatkan hati
tetap melangkah pasti
20.10.2012-7.22pm
dan hari ini
Allah membayarnya
tu-nai...!!
semua berbalas..
janjiNya tertunai..
siapa yang mampu benar-benar teguh memegang janji?
hanya Allah, tanpa sedikitpun keraguan..
Allahurrahmaanurrahiim..
sometimes i want to just live my own life
instead Allah showed me the path
when i try to have my own wish
Allah gave me some beautifully
yet when i see everything wrongly
still Allah has created the best scene for me
i really have nothing to do
but to live by believing in Allah only
instead Allah showed me the path
when i try to have my own wish
Allah gave me some beautifully
yet when i see everything wrongly
still Allah has created the best scene for me
i really have nothing to do
but to live by believing in Allah only
1.4.13
love of life
without love, life would be a mistake
(not really do)
without love, life would be miserable
(possibly do)
without allah's love, life would be mistaken
(certainly do)
masalah yang datang bertubi-tubi akan mengukuhkan kita, membuat kita lebih matang dan dewasa, lebih berhati-hati, penuh pertimbangan dan kreatif dalam mengatasinya..
kesenangan dan kemudahan justru hanya akan mematikan, membuat kita lena di tangan dunia..
umpama seonggok tanah liat yang ditempa bara, jadi keramik yang kokoh, cantik dan menarik..
kekuatan akan datang dengan sendirinya, wujud bersama rintangan dan deraan kesakitan, seiring waktu yang berlalu..
kesenangan dan kemudahan justru hanya akan mematikan, membuat kita lena di tangan dunia..
umpama seonggok tanah liat yang ditempa bara, jadi keramik yang kokoh, cantik dan menarik..
kekuatan akan datang dengan sendirinya, wujud bersama rintangan dan deraan kesakitan, seiring waktu yang berlalu..
30.3.13
remider..
zakat, infaq, sedekah,
atau apapun jenis dan namanya
BUKAN si penerima yang memerlukannya
melainkan si empunya harta
karena dalam harta itu
tersimpan bagian mereka
yang harus ditunaikan
karena dalam harta itu
lebih diperlukan keberkahan
dan keberkahan itu
hanya bisa didapat dengan berbagi
memberikannya kepada yang berhak memiliki
zakat, infaq, sedekah,
atau apapun jenis dan namanya
BUKAN si penerima yang memerlukannya
melainkan si empunya harta
karena dalam harta itu
tersimpan bagian mereka
yang harus ditunaikan
karena dalam harta itu
lebih diperlukan keberkahan
dan keberkahan itu
hanya bisa didapat dengan berbagi
memberikannya kepada yang berhak memiliki
29.3.13
28.3.13
seems i'll be crazy over this.. felt sick of it.. hufftt..
my heart would just like to explode thinking of this stuff.. aaarrrrgggghhh...
no..no..no..
kebetulan??
what a coincident..
berulang2??
seems so..
again and again..
subhanallah..
Allahu rabbi,
yaa muqallibal qulub..
*would it be 'again and again' again?? =.=
my heart would just like to explode thinking of this stuff.. aaarrrrgggghhh...
no..no..no..
kebetulan??
what a coincident..
berulang2??
seems so..
again and again..
subhanallah..
Allahu rabbi,
yaa muqallibal qulub..
*would it be 'again and again' again?? =.=
27.3.13
semua duka, semua luka, semua lara, semua nestapa
setiap kesedihan, setiap kehilangan, setiap kekecewaan
dan untuk setiap tetes air mata
Allah akan menggantinya
dengan segala yang lebih baik
yang indah pada masanya
berusahalah
dalam kadar terbaik seorang hamba
dan biarkan Allah memberikan sentuhan cintaNya
berdoalah
dan pejamkan kedua mata
dengarkan hati nurani berbicara
Allah akan datangkan kesudahannya
dengan segala Rahman dan RahimNya
setiap kesedihan, setiap kehilangan, setiap kekecewaan
dan untuk setiap tetes air mata
Allah akan menggantinya
dengan segala yang lebih baik
yang indah pada masanya
berusahalah
dalam kadar terbaik seorang hamba
dan biarkan Allah memberikan sentuhan cintaNya
berdoalah
dan pejamkan kedua mata
dengarkan hati nurani berbicara
Allah akan datangkan kesudahannya
dengan segala Rahman dan RahimNya
26.3.13
aku jatuh cinta
pada syair-syair yang memujaMu
pada untaian kata yang mengagungkan asmaMu
penuh cinta mengharap cintaMu
penuh harap dekat denganMu
aku jatuh cinta
pada hamba-hamba yang mencintaiMu
pada hati yang mendamba cintaMu
yang gelora cintanya
meresap dalam ke relung jiwa
terpatri dalam rengkuh sanubari
aku jatuh cinta
pada keindahanMu
cinta yang tak seberapa
namun tetap indah dalam maknanya
biarkanlah
biarkan aku berharap
cintaku pada syair pujian untukMu
juga cintaku pada jiwa hamba yang mencintaiMu
membawa semua cintaku
bermuara hanya padaMu
*** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** ***
Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah
Semalam sudah sampai ke penghujungnya
Kisah seribu duka kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menghiris hati
Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmatMu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmatMu di bumi
Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunanMu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat padaMu
Seribu langkah Kau rapat padaku
pada syair-syair yang memujaMu
pada untaian kata yang mengagungkan asmaMu
penuh cinta mengharap cintaMu
penuh harap dekat denganMu
aku jatuh cinta
pada hamba-hamba yang mencintaiMu
pada hati yang mendamba cintaMu
yang gelora cintanya
meresap dalam ke relung jiwa
terpatri dalam rengkuh sanubari
aku jatuh cinta
pada keindahanMu
cinta yang tak seberapa
namun tetap indah dalam maknanya
biarkanlah
biarkan aku berharap
cintaku pada syair pujian untukMu
juga cintaku pada jiwa hamba yang mencintaiMu
membawa semua cintaku
bermuara hanya padaMu
*** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** ***
Ya Allah
Sesungguhnya waktu dhuha itu dhuhaMu
Kecantikannya kecantikanMu
Kecantikannya kecantikanMu
Keindahannya keindahanMu
Kekuatannya kekuatanMu
Kekuatannya kekuatanMu
Kekuasaannya kekuasaanMu
Perlindungannya perlindunganMu
Perlindungannya perlindunganMu
Ya Allah
Jika rezeki masih di langit turunkanlah
Jika di bumi keluarkanlah
Jika di bumi keluarkanlah
Jika sukar permudahkanlah
Jika haram sucikanlah
Jika haram sucikanlah
Jika jauh dekatkanlah
Berkat waktu dhuha
KecantikanMu keindahanMu kekuatanMu kekuasaanMu
Limpahkan kepadaku segala yang Engkau telah limpahkan
Berkat waktu dhuha
KecantikanMu keindahanMu kekuatanMu kekuasaanMu
Limpahkan kepadaku segala yang Engkau telah limpahkan
Kepada hamba-hambaMu yang soleh
***
***
Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah
Semalam sudah sampai ke penghujungnya
Kisah seribu duka kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menghiris hati
Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmatMu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmatMu di bumi
Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunanMu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat padaMu
Seribu langkah Kau rapat padaku
***
... hanya para pencinta yang mampu melahirkan cinta
sebagaimana cinta mampu memahami para pencinta..
sebagaimana cinta mampu memahami para pencinta..
16.3.13
7.3.13
istriku..
manusia terkuat yang pernah kukenal
terima kasih untuk rumah terindah yang pernah aku tempati
terima kasih untuk memberi maaf sebelum aku meminta
terima kasih untuk bersabar
sampai aku tahu
kalau hal-hal terbaik dalam hidup
tidak memerlukan uang
seperti bunyi suaramu yang selalu setia
menuntunku
pulang ke hatimu
rumahku yang terindah
..suamimu..
manusia terkuat yang pernah kukenal
terima kasih untuk rumah terindah yang pernah aku tempati
terima kasih untuk memberi maaf sebelum aku meminta
terima kasih untuk bersabar
sampai aku tahu
kalau hal-hal terbaik dalam hidup
tidak memerlukan uang
seperti bunyi suaramu yang selalu setia
menuntunku
pulang ke hatimu
rumahku yang terindah
..suamimu..
pulangkehatimu@9naga
6.3.13
manusia bertanya..
Kenapa aku diuji?
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al-Ankabuut : 2).
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS Al-Ankabuut : 3)
Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)
Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...” (QS Al-Baqarah : 286)
Bolehkah aku kecewa?
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS Ali Imraan : 139)
Bolehkah aku berputus asa?
“...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS Yusuf : 87)
Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap sedia (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (QS Ali Imraan : 200)
“Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”. (QS Al-Baqarah : 45)
Bagaimana menguatkan hatiku?
“...Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan melainkan Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal...” (QS At-Taubah : 129)
Apa yang ku dapat dari semua ujian ini?
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka...” (QS At-Taubah : 111)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al-Ankabuut : 2).
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS Al-Ankabuut : 3)
Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)
Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...” (QS Al-Baqarah : 286)
Bolehkah aku kecewa?
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS Ali Imraan : 139)
Bolehkah aku berputus asa?
“...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS Yusuf : 87)
Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap sedia (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (QS Ali Imraan : 200)
“Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”. (QS Al-Baqarah : 45)
Bagaimana menguatkan hatiku?
“...Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan melainkan Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal...” (QS At-Taubah : 129)
Apa yang ku dapat dari semua ujian ini?
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka...” (QS At-Taubah : 111)
1.3.13
kopi masin
Seorang pemuda bertemu dengan seorang gadis di sebuah keraian, gadis itu tampil dengan cantik yang luar biasa. Ramai lelaki yang mencuba mengurat gadis tersebut. Pemuda itu yang sebenarnya penampilannya biasa sahaja dan tidak ada gadis yang memerhatikan dia.
Tetapi semasa keraian tersebut habis, dia memberanikan diri mengajak gadis cantik itu untuk keluar minum. Gadis cantik tersebut agak terkejut dengan pelawaan itu, tapi kerana kesopanan pemuda itu, gadis itu sanggup menerima pelawaan pemuda tersebut.
Akhirnya mereka duduk di sebuah restoran, tapi pemuda tadi sangat gugup untuk berkata apa-apa dan gadis cantik tersebut mula merasa tidak selesa dan bosan dan berkata, “Jom, kita balik..”
Tiba-tiba pemuda tadi meminta sesuatu pada pelayan, “Boleh minta garam buat kopi saya?”
Semua orang yang mendengar memandang dengan penuh tanda tanya kepada pemuda tersebut. Muka pemuda tadi berubah menjadi merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Gadis cantik tersebut lalu bertanya, “Kenapa awak mempunyai hobi seperti ini?”
Pemuda itu menjawab,
“Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat dengan laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasa air laut, masin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi masin ini. Dan setiap saya minum kopi masin, saya selalu ingat masa kecil saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya rindu kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana.”
Begitu berkata kalimat terakhir, mata pemuda tersebut mula berkaca-kaca, dan gadis cantik sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pemuda di hadapannya itu.
Gadis tersebut berfikir apbila seorang pemuda dapat bercerita bahawa ia rindu kampung halamannya, pasti pemuda itu mencintai rumahnya, ambil berat akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian gadis tersebut mula bercerita juga tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana yang kaku tadi terus berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat yang akhirnya menjadi sebuah awal perkenalan yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya bercinta. Gadis cantik itu akhirnya merasakan bahawa pemuda itu walaupun tidak mempunyai perawakan yang tampan tetapi adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat mengambil berat, berhati baik, hangat… Betul-betul seseorang yang sangat baik tapi gadis tersebut hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu..
Nasib baik ada kopi masin!
Kemudian cerita berlanjutan seperti cerita cinta yang romantik. Puteri menikah dengan pemuda tersebut dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap malam gadis cantik yang telah menjadi isteri pemuda itu membuat kopi untuk suaminya, ia meletakkan garam di dalamnya, kerana dia tahu bahawa itulah yang disukai oleh suaminya.
Setelah 40 tahun, lelaki tersebut meninggal dunia, dia meninggalkan sebuah surat yang tertulis,
“Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah bohong belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi masin.
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi terminta garam.
Sukar sekali bagi saya untuk menerangkan kepada kamu kerana kamu pasti akan merasa tertipu dan meninggalkan saya, jadi saya terus berbohong.
Saya tak pernah terfikir bahawa perkara itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencuba untuk berkata jujur selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, kerana saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk satu perkara pun.
Sekarang saya sudah lemah, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi masin, betul-betul aneh dan rasanya tidak sedap.
Tapi saya selalu mendapat kopi masin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Jika saya dapat hidup untuk kedua kali, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi masin itu lagi.”
Air mata wanita tersebut jatuh berderai sehingga membuat surat itu menjadi basah.
Kemudian apabila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi guna garam?
Wanita itu pasti menjawab, “Rasanya manis.”
Tetapi semasa keraian tersebut habis, dia memberanikan diri mengajak gadis cantik itu untuk keluar minum. Gadis cantik tersebut agak terkejut dengan pelawaan itu, tapi kerana kesopanan pemuda itu, gadis itu sanggup menerima pelawaan pemuda tersebut.
Akhirnya mereka duduk di sebuah restoran, tapi pemuda tadi sangat gugup untuk berkata apa-apa dan gadis cantik tersebut mula merasa tidak selesa dan bosan dan berkata, “Jom, kita balik..”
Tiba-tiba pemuda tadi meminta sesuatu pada pelayan, “Boleh minta garam buat kopi saya?”
Semua orang yang mendengar memandang dengan penuh tanda tanya kepada pemuda tersebut. Muka pemuda tadi berubah menjadi merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Gadis cantik tersebut lalu bertanya, “Kenapa awak mempunyai hobi seperti ini?”
Pemuda itu menjawab,
“Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat dengan laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasa air laut, masin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi masin ini. Dan setiap saya minum kopi masin, saya selalu ingat masa kecil saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya rindu kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana.”
Begitu berkata kalimat terakhir, mata pemuda tersebut mula berkaca-kaca, dan gadis cantik sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pemuda di hadapannya itu.
Gadis tersebut berfikir apbila seorang pemuda dapat bercerita bahawa ia rindu kampung halamannya, pasti pemuda itu mencintai rumahnya, ambil berat akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian gadis tersebut mula bercerita juga tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana yang kaku tadi terus berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat yang akhirnya menjadi sebuah awal perkenalan yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya bercinta. Gadis cantik itu akhirnya merasakan bahawa pemuda itu walaupun tidak mempunyai perawakan yang tampan tetapi adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat mengambil berat, berhati baik, hangat… Betul-betul seseorang yang sangat baik tapi gadis tersebut hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu..
Nasib baik ada kopi masin!
Kemudian cerita berlanjutan seperti cerita cinta yang romantik. Puteri menikah dengan pemuda tersebut dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap malam gadis cantik yang telah menjadi isteri pemuda itu membuat kopi untuk suaminya, ia meletakkan garam di dalamnya, kerana dia tahu bahawa itulah yang disukai oleh suaminya.
Setelah 40 tahun, lelaki tersebut meninggal dunia, dia meninggalkan sebuah surat yang tertulis,
“Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah bohong belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi masin.
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi terminta garam.
Sukar sekali bagi saya untuk menerangkan kepada kamu kerana kamu pasti akan merasa tertipu dan meninggalkan saya, jadi saya terus berbohong.
Saya tak pernah terfikir bahawa perkara itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencuba untuk berkata jujur selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, kerana saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk satu perkara pun.
Sekarang saya sudah lemah, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi masin, betul-betul aneh dan rasanya tidak sedap.
Tapi saya selalu mendapat kopi masin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Jika saya dapat hidup untuk kedua kali, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi masin itu lagi.”
Air mata wanita tersebut jatuh berderai sehingga membuat surat itu menjadi basah.
Kemudian apabila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi guna garam?
Wanita itu pasti menjawab, “Rasanya manis.”
6.2.13
Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari kalangan bangsa Romawi.
Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya.
Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : “Inilah saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan”.
Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena usianya yang masih muda.
Abu Hanifah berkata, “sekarang apa yang akan kita perdebatkan!”.
Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai pertanyaannya :
Atheis : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan dan Terlahir?
Abu Hanifah : Allah berfirman “Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan”.
Atheis : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang pertama dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya?, pada tahun berapa Dia ada?
Abu Hanifah : Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.
Atheis : Kami mohon diberikan contoh yang lebih masuk aqal ?
Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan?
Atheis : Ya.
Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu?
Atheis : Tidak ada angka (nol).
Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha satu yang hakiki tidak ada yang mendahului-Nya?
Atheis : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang?, sesuatu yang ada pasti ada tempatnya.
Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?, apakah di dalam susu itu keju?
Atheis : Ya, sudah tentu.
Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang?
Atheis : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu di seluruh bagian.
Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah Ta’ala?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan!
Atheis :Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal?
Atheis :Ya, pernah.
Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu?
Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana?
Atheis : Ya, masih ada.
Abu Hanifah: Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas?
Atheis : Entahlah, kami tidak tahu.
Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk mengutarakan zat Allah Ta’ala?!!
Atheis : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya? Sebab segala sesuatu pasti mempunyai arah?
Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?
Atheis : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.
Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu, bagaimana dengan Allah Ta’ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur cahaya langit dan bumi.
Atheis : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.
Atheis : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air kecil dan besar?
Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.
Atheis : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dinafkahkan?
Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang.
“Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?” tanya Atheis.
“Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan”, pinta Abu Hanifah.
Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas.
“Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?”.
Ilmuwan kafir mengangguk.
“Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan. Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu”.
Para hadirin puas dengan jawapan yang diberikan oleh Abu Hanifah dan begitu pula dengan ilmuwan besar atheis tersebut dia mengakui kecerdikan dan keluasan ilmu yang dimiliki Abu Hanifah.
--
Diterjemahan : Al-Qasd Al Mu-jarrad Fi Makrifati al-ism Al-Mufrad
Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya.
Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : “Inilah saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan”.
Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena usianya yang masih muda.
Abu Hanifah berkata, “sekarang apa yang akan kita perdebatkan!”.
Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai pertanyaannya :
Atheis : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan dan Terlahir?
Abu Hanifah : Allah berfirman “Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan”.
Atheis : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang pertama dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya?, pada tahun berapa Dia ada?
Abu Hanifah : Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.
Atheis : Kami mohon diberikan contoh yang lebih masuk aqal ?
Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan?
Atheis : Ya.
Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu?
Atheis : Tidak ada angka (nol).
Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha satu yang hakiki tidak ada yang mendahului-Nya?
Atheis : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang?, sesuatu yang ada pasti ada tempatnya.
Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?, apakah di dalam susu itu keju?
Atheis : Ya, sudah tentu.
Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang?
Atheis : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu di seluruh bagian.
Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah Ta’ala?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan!
Atheis :Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal?
Atheis :Ya, pernah.
Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu?
Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana?
Atheis : Ya, masih ada.
Abu Hanifah: Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas?
Atheis : Entahlah, kami tidak tahu.
Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk mengutarakan zat Allah Ta’ala?!!
Atheis : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya? Sebab segala sesuatu pasti mempunyai arah?
Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?
Atheis : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.
Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu, bagaimana dengan Allah Ta’ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur cahaya langit dan bumi.
Atheis : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.
Atheis : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air kecil dan besar?
Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.
Atheis : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dinafkahkan?
Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang.
“Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?” tanya Atheis.
“Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan”, pinta Abu Hanifah.
Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas.
“Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?”.
Ilmuwan kafir mengangguk.
“Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan. Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu”.
Para hadirin puas dengan jawapan yang diberikan oleh Abu Hanifah dan begitu pula dengan ilmuwan besar atheis tersebut dia mengakui kecerdikan dan keluasan ilmu yang dimiliki Abu Hanifah.
--
Diterjemahan : Al-Qasd Al Mu-jarrad Fi Makrifati al-ism Al-Mufrad
kisahku bukanlah kisah mereka
juga bukan cuplikan dari kisahmu
yang kau ukir dengan buah pikiranmu
dan kau renda dengan untaian kata-kata
yang meski kadang sarat makna
tetap tak kumengerti apa di sebaliknya
kisahku adalah firmanNya
yang tertulis indah dalam kitabNya
seindah anugerah yang diberi
dalam takdir yang silih berganti
suka dan nestapa bukanlah cerita
karena cinta tak pernah mengenalinya
melainkan sebagai keindahan semata
dan kisahku bukanlah kisah mereka
juga bukan bagian kisah sesiapa
aku adalah aku dengan kisahku
dengan segala Rahman dan RahimNya
di setiap detik tetapan takdirNya
juga bukan cuplikan dari kisahmu
yang kau ukir dengan buah pikiranmu
dan kau renda dengan untaian kata-kata
yang meski kadang sarat makna
tetap tak kumengerti apa di sebaliknya
kisahku adalah firmanNya
yang tertulis indah dalam kitabNya
seindah anugerah yang diberi
dalam takdir yang silih berganti
suka dan nestapa bukanlah cerita
karena cinta tak pernah mengenalinya
melainkan sebagai keindahan semata
dan kisahku bukanlah kisah mereka
juga bukan bagian kisah sesiapa
aku adalah aku dengan kisahku
dengan segala Rahman dan RahimNya
di setiap detik tetapan takdirNya
3.2.13
peyakin sejati, sebuah pribadi yang tegar..
Mereka yang tegar adalah mereka yang senantiasa melangkah dengan pasti karena meyakini bahwa apa saja kehendak Allah, itulah yang terbaik untuknya; seberapapun berat, susah, pedih dan getirnya episod hidup yang dijalani.
Allah adalah sebaik-baik penjaga, semurah-murah pemberi dan sekokoh-kokoh tempat bersandar. Allah, yang dengan penuh cinta menciptakan dan memuliakan manusia dari mahkluk lainnya, takkan sedikit pun berbuat aniaya.
Siapa yang mampu menjadi pencinta sejati selain pemiliknya? Bukankah manusia milik Allah semata?
Lantas kenapa mengeluh-kesahkan yang dihadapi kini, ragu dan mengkhawatirkan yang di depan? Allah saja lah penunjuk jalan menuju muara kebaikan karena Allah Maha Baik. Ambil saja apa yang dianugerahkan kepada kita -suka-duka, luka-nestapa, lapang-sempit, banyak-sedikit- dan ikuti tuntunan Allah ke muara cintaNya.
Bukankah jika kita menolaknya pun, tak ada sesiapa yang mampu menggantikan pemberianNya?
Allahu rabb
in the name of You
The Most Gracious The Most Merciful
We have nothing to do
but to believe in You
Allah adalah sebaik-baik penjaga, semurah-murah pemberi dan sekokoh-kokoh tempat bersandar. Allah, yang dengan penuh cinta menciptakan dan memuliakan manusia dari mahkluk lainnya, takkan sedikit pun berbuat aniaya.
Siapa yang mampu menjadi pencinta sejati selain pemiliknya? Bukankah manusia milik Allah semata?
Yang dialami para peyakin sejati agaknya adalah sebuah keterhijaban akan masa depan. Mereka tak tahu apa sesudah itu. Yang mereka tahu saat ini bahwa ada perintah Ilahi untuk begini. Dan iman mereka selalu mengiang-ngiangkan satu kaidah suci, "Jika ini perintah Ilahi, Dia takkan pernah menyia-nyiakan iman dan amal kami." Lalu mereka bertindak. Mereka padukan tekad untuk taat dengan hati yang kadang masih berat. Mereka satukan keberanian melangkah dengan gelora jiwa yang bertanya-tanya.Adakah sebenar-benar pemegang janji selain Allah?
Lantas kenapa mengeluh-kesahkan yang dihadapi kini, ragu dan mengkhawatirkan yang di depan? Allah saja lah penunjuk jalan menuju muara kebaikan karena Allah Maha Baik. Ambil saja apa yang dianugerahkan kepada kita -suka-duka, luka-nestapa, lapang-sempit, banyak-sedikit- dan ikuti tuntunan Allah ke muara cintaNya.
Bukankah jika kita menolaknya pun, tak ada sesiapa yang mampu menggantikan pemberianNya?
Tidak ada yang sanggup memberi jika Allah mencegah....
Sebagaimana tidak ada yang bisa mencegah jika Allah memberi
Allahu rabb
in the name of You
The Most Gracious The Most Merciful
We have nothing to do
but to believe in You
Dari Ahmad bin Abdullah Al Hafizh: Al Qasim bin Utsman Al Ju'iy berkata:
Mencintai kepemimpinan adalah sumber sari segala macam kerusakan, pekerjaan sedikit disertai ilmu pengetahuan adalah lebih baik daripada banyak bekerja tanpa pengetahuan, modal utama bekerja adalah ikhlas kepada Allah, menjauhkan diri dari perbuatan keji adalah tiang agama, lapar adalah otak dari ibadah, dan sebaik-baik penjagaan adalah menahan lidah.
Mencintai kepemimpinan adalah sumber sari segala macam kerusakan, pekerjaan sedikit disertai ilmu pengetahuan adalah lebih baik daripada banyak bekerja tanpa pengetahuan, modal utama bekerja adalah ikhlas kepada Allah, menjauhkan diri dari perbuatan keji adalah tiang agama, lapar adalah otak dari ibadah, dan sebaik-baik penjagaan adalah menahan lidah.
Subscribe to:
Comments (Atom)







