Kenapa aku diuji?
Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami
telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al-Ankabuut
: 2).
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang
sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang
benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS Al-Ankabuut : 3)
Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
“…boleh
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi
(pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah
mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah :
216)
Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...” (QS Al-Baqarah : 286)
Bolehkah aku kecewa?
“Janganlah
kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal
kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu
orang-orang yang beriman”. (QS Ali Imraan : 139)
Bolehkah aku berputus asa?
“...dan
jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus
asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS Yusuf :
87)
Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
“Hai
orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu
dan tetaplah bersiap sedia (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah
kepada Allah supaya kamu beruntung”. (QS Ali Imraan : 200)
“Jadikanlah
sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu
sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”. (QS
Al-Baqarah : 45)
Bagaimana menguatkan hatiku?
“...Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan melainkan Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal...” (QS At-Taubah : 129)
Apa yang ku dapat dari semua ujian ini?
“Sesungguhnya
Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka
dengan memberikan syurga untuk mereka...” (QS At-Taubah : 111)