karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)

3.2.13

peyakin sejati, sebuah pribadi yang tegar..

Mereka yang tegar adalah mereka yang senantiasa melangkah dengan pasti karena meyakini bahwa apa saja kehendak Allah, itulah yang terbaik untuknya; seberapapun berat, susah, pedih dan getirnya episod hidup yang dijalani.

Allah adalah sebaik-baik penjaga, semurah-murah pemberi dan sekokoh-kokoh tempat bersandar. Allah, yang dengan penuh cinta menciptakan dan memuliakan manusia dari mahkluk lainnya, takkan sedikit pun berbuat aniaya.

Siapa yang mampu menjadi pencinta sejati selain pemiliknya? Bukankah manusia milik Allah semata?
Yang dialami para peyakin sejati agaknya adalah sebuah keterhijaban akan masa depan. Mereka tak tahu apa sesudah itu. Yang mereka tahu saat ini bahwa ada perintah Ilahi untuk begini. Dan iman mereka selalu mengiang-ngiangkan satu kaidah suci, "Jika ini perintah Ilahi, Dia takkan pernah menyia-nyiakan iman dan amal kami." Lalu mereka bertindak. Mereka padukan tekad untuk taat dengan hati yang kadang masih berat. Mereka satukan keberanian melangkah dengan gelora jiwa yang bertanya-tanya.
Adakah sebenar-benar pemegang janji selain Allah?

Lantas kenapa mengeluh-kesahkan yang dihadapi kini, ragu dan mengkhawatirkan yang di depan? Allah saja lah penunjuk jalan menuju muara kebaikan karena Allah Maha Baik. Ambil saja apa yang dianugerahkan kepada kita -suka-duka, luka-nestapa, lapang-sempit, banyak-sedikit- dan ikuti tuntunan Allah ke muara cintaNya.

Bukankah jika kita menolaknya pun, tak ada sesiapa yang mampu menggantikan pemberianNya?
Tidak ada yang sanggup memberi jika Allah mencegah
Sebagaimana tidak ada yang bisa mencegah jika Allah memberi
....
Allahu rabb
in the name of You
The Most Gracious The Most Merciful
We have nothing to do
but to believe in You