remider..
zakat, infaq, sedekah,
atau apapun jenis dan namanya
BUKAN si penerima yang memerlukannya
melainkan si empunya harta
karena dalam harta itu
tersimpan bagian mereka
yang harus ditunaikan
karena dalam harta itu
lebih diperlukan keberkahan
dan keberkahan itu
hanya bisa didapat dengan berbagi
memberikannya kepada yang berhak memiliki
karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)
30.3.13
29.3.13
28.3.13
seems i'll be crazy over this.. felt sick of it.. hufftt..
my heart would just like to explode thinking of this stuff.. aaarrrrgggghhh...
no..no..no..
kebetulan??
what a coincident..
berulang2??
seems so..
again and again..
subhanallah..
Allahu rabbi,
yaa muqallibal qulub..
*would it be 'again and again' again?? =.=
my heart would just like to explode thinking of this stuff.. aaarrrrgggghhh...
no..no..no..
kebetulan??
what a coincident..
berulang2??
seems so..
again and again..
subhanallah..
Allahu rabbi,
yaa muqallibal qulub..
*would it be 'again and again' again?? =.=
27.3.13
semua duka, semua luka, semua lara, semua nestapa
setiap kesedihan, setiap kehilangan, setiap kekecewaan
dan untuk setiap tetes air mata
Allah akan menggantinya
dengan segala yang lebih baik
yang indah pada masanya
berusahalah
dalam kadar terbaik seorang hamba
dan biarkan Allah memberikan sentuhan cintaNya
berdoalah
dan pejamkan kedua mata
dengarkan hati nurani berbicara
Allah akan datangkan kesudahannya
dengan segala Rahman dan RahimNya
setiap kesedihan, setiap kehilangan, setiap kekecewaan
dan untuk setiap tetes air mata
Allah akan menggantinya
dengan segala yang lebih baik
yang indah pada masanya
berusahalah
dalam kadar terbaik seorang hamba
dan biarkan Allah memberikan sentuhan cintaNya
berdoalah
dan pejamkan kedua mata
dengarkan hati nurani berbicara
Allah akan datangkan kesudahannya
dengan segala Rahman dan RahimNya
26.3.13
aku jatuh cinta
pada syair-syair yang memujaMu
pada untaian kata yang mengagungkan asmaMu
penuh cinta mengharap cintaMu
penuh harap dekat denganMu
aku jatuh cinta
pada hamba-hamba yang mencintaiMu
pada hati yang mendamba cintaMu
yang gelora cintanya
meresap dalam ke relung jiwa
terpatri dalam rengkuh sanubari
aku jatuh cinta
pada keindahanMu
cinta yang tak seberapa
namun tetap indah dalam maknanya
biarkanlah
biarkan aku berharap
cintaku pada syair pujian untukMu
juga cintaku pada jiwa hamba yang mencintaiMu
membawa semua cintaku
bermuara hanya padaMu
*** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** ***
Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah
Semalam sudah sampai ke penghujungnya
Kisah seribu duka kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menghiris hati
Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmatMu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmatMu di bumi
Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunanMu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat padaMu
Seribu langkah Kau rapat padaku
pada syair-syair yang memujaMu
pada untaian kata yang mengagungkan asmaMu
penuh cinta mengharap cintaMu
penuh harap dekat denganMu
aku jatuh cinta
pada hamba-hamba yang mencintaiMu
pada hati yang mendamba cintaMu
yang gelora cintanya
meresap dalam ke relung jiwa
terpatri dalam rengkuh sanubari
aku jatuh cinta
pada keindahanMu
cinta yang tak seberapa
namun tetap indah dalam maknanya
biarkanlah
biarkan aku berharap
cintaku pada syair pujian untukMu
juga cintaku pada jiwa hamba yang mencintaiMu
membawa semua cintaku
bermuara hanya padaMu
*** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** *** ***
Ya Allah
Sesungguhnya waktu dhuha itu dhuhaMu
Kecantikannya kecantikanMu
Kecantikannya kecantikanMu
Keindahannya keindahanMu
Kekuatannya kekuatanMu
Kekuatannya kekuatanMu
Kekuasaannya kekuasaanMu
Perlindungannya perlindunganMu
Perlindungannya perlindunganMu
Ya Allah
Jika rezeki masih di langit turunkanlah
Jika di bumi keluarkanlah
Jika di bumi keluarkanlah
Jika sukar permudahkanlah
Jika haram sucikanlah
Jika haram sucikanlah
Jika jauh dekatkanlah
Berkat waktu dhuha
KecantikanMu keindahanMu kekuatanMu kekuasaanMu
Limpahkan kepadaku segala yang Engkau telah limpahkan
Berkat waktu dhuha
KecantikanMu keindahanMu kekuatanMu kekuasaanMu
Limpahkan kepadaku segala yang Engkau telah limpahkan
Kepada hamba-hambaMu yang soleh
***
***
Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah
Semalam sudah sampai ke penghujungnya
Kisah seribu duka kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menghiris hati
Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmatMu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmatMu di bumi
Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunanMu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat padaMu
Seribu langkah Kau rapat padaku
***
... hanya para pencinta yang mampu melahirkan cinta
sebagaimana cinta mampu memahami para pencinta..
sebagaimana cinta mampu memahami para pencinta..
16.3.13
7.3.13
istriku..
manusia terkuat yang pernah kukenal
terima kasih untuk rumah terindah yang pernah aku tempati
terima kasih untuk memberi maaf sebelum aku meminta
terima kasih untuk bersabar
sampai aku tahu
kalau hal-hal terbaik dalam hidup
tidak memerlukan uang
seperti bunyi suaramu yang selalu setia
menuntunku
pulang ke hatimu
rumahku yang terindah
..suamimu..
manusia terkuat yang pernah kukenal
terima kasih untuk rumah terindah yang pernah aku tempati
terima kasih untuk memberi maaf sebelum aku meminta
terima kasih untuk bersabar
sampai aku tahu
kalau hal-hal terbaik dalam hidup
tidak memerlukan uang
seperti bunyi suaramu yang selalu setia
menuntunku
pulang ke hatimu
rumahku yang terindah
..suamimu..
pulangkehatimu@9naga
6.3.13
manusia bertanya..
Kenapa aku diuji?
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al-Ankabuut : 2).
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS Al-Ankabuut : 3)
Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)
Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...” (QS Al-Baqarah : 286)
Bolehkah aku kecewa?
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS Ali Imraan : 139)
Bolehkah aku berputus asa?
“...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS Yusuf : 87)
Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap sedia (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (QS Ali Imraan : 200)
“Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”. (QS Al-Baqarah : 45)
Bagaimana menguatkan hatiku?
“...Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan melainkan Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal...” (QS At-Taubah : 129)
Apa yang ku dapat dari semua ujian ini?
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka...” (QS At-Taubah : 111)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al-Ankabuut : 2).
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS Al-Ankabuut : 3)
Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)
Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...” (QS Al-Baqarah : 286)
Bolehkah aku kecewa?
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS Ali Imraan : 139)
Bolehkah aku berputus asa?
“...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS Yusuf : 87)
Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap sedia (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (QS Ali Imraan : 200)
“Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”. (QS Al-Baqarah : 45)
Bagaimana menguatkan hatiku?
“...Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan melainkan Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal...” (QS At-Taubah : 129)
Apa yang ku dapat dari semua ujian ini?
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka...” (QS At-Taubah : 111)
1.3.13
kopi masin
Seorang pemuda bertemu dengan seorang gadis di sebuah keraian, gadis itu tampil dengan cantik yang luar biasa. Ramai lelaki yang mencuba mengurat gadis tersebut. Pemuda itu yang sebenarnya penampilannya biasa sahaja dan tidak ada gadis yang memerhatikan dia.
Tetapi semasa keraian tersebut habis, dia memberanikan diri mengajak gadis cantik itu untuk keluar minum. Gadis cantik tersebut agak terkejut dengan pelawaan itu, tapi kerana kesopanan pemuda itu, gadis itu sanggup menerima pelawaan pemuda tersebut.
Akhirnya mereka duduk di sebuah restoran, tapi pemuda tadi sangat gugup untuk berkata apa-apa dan gadis cantik tersebut mula merasa tidak selesa dan bosan dan berkata, “Jom, kita balik..”
Tiba-tiba pemuda tadi meminta sesuatu pada pelayan, “Boleh minta garam buat kopi saya?”
Semua orang yang mendengar memandang dengan penuh tanda tanya kepada pemuda tersebut. Muka pemuda tadi berubah menjadi merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Gadis cantik tersebut lalu bertanya, “Kenapa awak mempunyai hobi seperti ini?”
Pemuda itu menjawab,
“Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat dengan laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasa air laut, masin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi masin ini. Dan setiap saya minum kopi masin, saya selalu ingat masa kecil saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya rindu kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana.”
Begitu berkata kalimat terakhir, mata pemuda tersebut mula berkaca-kaca, dan gadis cantik sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pemuda di hadapannya itu.
Gadis tersebut berfikir apbila seorang pemuda dapat bercerita bahawa ia rindu kampung halamannya, pasti pemuda itu mencintai rumahnya, ambil berat akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian gadis tersebut mula bercerita juga tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana yang kaku tadi terus berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat yang akhirnya menjadi sebuah awal perkenalan yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya bercinta. Gadis cantik itu akhirnya merasakan bahawa pemuda itu walaupun tidak mempunyai perawakan yang tampan tetapi adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat mengambil berat, berhati baik, hangat… Betul-betul seseorang yang sangat baik tapi gadis tersebut hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu..
Nasib baik ada kopi masin!
Kemudian cerita berlanjutan seperti cerita cinta yang romantik. Puteri menikah dengan pemuda tersebut dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap malam gadis cantik yang telah menjadi isteri pemuda itu membuat kopi untuk suaminya, ia meletakkan garam di dalamnya, kerana dia tahu bahawa itulah yang disukai oleh suaminya.
Setelah 40 tahun, lelaki tersebut meninggal dunia, dia meninggalkan sebuah surat yang tertulis,
“Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah bohong belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi masin.
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi terminta garam.
Sukar sekali bagi saya untuk menerangkan kepada kamu kerana kamu pasti akan merasa tertipu dan meninggalkan saya, jadi saya terus berbohong.
Saya tak pernah terfikir bahawa perkara itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencuba untuk berkata jujur selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, kerana saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk satu perkara pun.
Sekarang saya sudah lemah, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi masin, betul-betul aneh dan rasanya tidak sedap.
Tapi saya selalu mendapat kopi masin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Jika saya dapat hidup untuk kedua kali, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi masin itu lagi.”
Air mata wanita tersebut jatuh berderai sehingga membuat surat itu menjadi basah.
Kemudian apabila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi guna garam?
Wanita itu pasti menjawab, “Rasanya manis.”
Tetapi semasa keraian tersebut habis, dia memberanikan diri mengajak gadis cantik itu untuk keluar minum. Gadis cantik tersebut agak terkejut dengan pelawaan itu, tapi kerana kesopanan pemuda itu, gadis itu sanggup menerima pelawaan pemuda tersebut.
Akhirnya mereka duduk di sebuah restoran, tapi pemuda tadi sangat gugup untuk berkata apa-apa dan gadis cantik tersebut mula merasa tidak selesa dan bosan dan berkata, “Jom, kita balik..”
Tiba-tiba pemuda tadi meminta sesuatu pada pelayan, “Boleh minta garam buat kopi saya?”
Semua orang yang mendengar memandang dengan penuh tanda tanya kepada pemuda tersebut. Muka pemuda tadi berubah menjadi merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Gadis cantik tersebut lalu bertanya, “Kenapa awak mempunyai hobi seperti ini?”
Pemuda itu menjawab,
“Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat dengan laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasa air laut, masin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi masin ini. Dan setiap saya minum kopi masin, saya selalu ingat masa kecil saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya rindu kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana.”
Begitu berkata kalimat terakhir, mata pemuda tersebut mula berkaca-kaca, dan gadis cantik sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pemuda di hadapannya itu.
Gadis tersebut berfikir apbila seorang pemuda dapat bercerita bahawa ia rindu kampung halamannya, pasti pemuda itu mencintai rumahnya, ambil berat akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian gadis tersebut mula bercerita juga tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana yang kaku tadi terus berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat yang akhirnya menjadi sebuah awal perkenalan yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya bercinta. Gadis cantik itu akhirnya merasakan bahawa pemuda itu walaupun tidak mempunyai perawakan yang tampan tetapi adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat mengambil berat, berhati baik, hangat… Betul-betul seseorang yang sangat baik tapi gadis tersebut hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu..
Nasib baik ada kopi masin!
Kemudian cerita berlanjutan seperti cerita cinta yang romantik. Puteri menikah dengan pemuda tersebut dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap malam gadis cantik yang telah menjadi isteri pemuda itu membuat kopi untuk suaminya, ia meletakkan garam di dalamnya, kerana dia tahu bahawa itulah yang disukai oleh suaminya.
Setelah 40 tahun, lelaki tersebut meninggal dunia, dia meninggalkan sebuah surat yang tertulis,
“Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah bohong belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi masin.
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi terminta garam.
Sukar sekali bagi saya untuk menerangkan kepada kamu kerana kamu pasti akan merasa tertipu dan meninggalkan saya, jadi saya terus berbohong.
Saya tak pernah terfikir bahawa perkara itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencuba untuk berkata jujur selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, kerana saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk satu perkara pun.
Sekarang saya sudah lemah, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi masin, betul-betul aneh dan rasanya tidak sedap.
Tapi saya selalu mendapat kopi masin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Jika saya dapat hidup untuk kedua kali, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi masin itu lagi.”
Air mata wanita tersebut jatuh berderai sehingga membuat surat itu menjadi basah.
Kemudian apabila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi guna garam?
Wanita itu pasti menjawab, “Rasanya manis.”
Subscribe to:
Comments (Atom)






