karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)

13.1.12

mencari keuntungan

Seperti jalan yang tidak selalu lurus ke hadapan, seperti roda yang berputar naik dan turun, tak jarang juga kita mendapati diri kita dalam keadaan yang tidak jauh berbeda. Saat banyak aral yang menerpa, dan kaki sudah terasa penat untuk melangkah, maka hanya semangat satu-satunya yang tersisa. Ditemani harapan-harapan akan kesudahan langkah dan akhir yang indah.

Kadang kalau kelemahan itu hadir pada orang-orang di sekeliling kita, sepertinya mudah bagi kita menjadi tempat bersandar untuk mereka. Menghiburnya dengan luahan kata-kata pembangkit jiwa, untuk kembali ke jalur dan tujuan semula. Tapi pernahkah hal itu terjadi pada diri kita sendiri? Apa yang akan kita perbuat untuk menghadapinya?

Ternyata tak semudah menumpahkan kata-kata, yang juga kadang tak selesai meski hati dan kaki terasa sudah lunglai. Maka saat seperti ini, kala semangat kita mulai goyah, mari menjaga diri untuk semakin berhati-hati dalam melangkahkan kaki. Tetaplah berusaha tegak berdiri dan jalani saja laluan yang terbentang di hadapan dengan tenaga yang masih tersisa, meski tidak mudah dan harus dengan susah payah. Ingatlah, "Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya", itu sudah jadi hukum alam-nya, sunnatullah. Apapun rintangannya, yakinlah, tidak akan ada yang diberikan lebih dari kemampuan kita.

Lantas, bagaimana kalau kita sudah merasa ada di ujung perjuangan titik darah penghabisan? Berserah. Bukan menyerah. Berserah diri kepada yang memberi, bukan menyerah pasrah pada apa yang dihadapi.  Karena bagaimanapun juga, itu jalan yang sudah ditentukan untuk kita. Tidak akan pernah ada orang lain yang melaluinya. "Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan". Akhir yang paling akhir adalah kita kembali kepada asalnya. Itu saja.

Ketika kita tak berdaya, ingatlah akhir yang indah yang kita rindukan, dan keberuntungan yang kita harapkan dari sebuah perjalanan panjang. Kumpulkan lagi tenaga untuk menghabiskan langkah, ketepikan godaan-godaan dan bisikan yang melemahkan. "Katakanlah,'Tidak sama yang buruk dengan yang baik meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah, hai orang-orang yang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.'"

Semoga kita senantiasa diberikan daya untuk menapaki jalan yang telah pun ditentukan dengan tetap berpegang pada aturan yang sudah Allah berikan.
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."