Suatu hari sekelompok orang saleh datang berziarah ke rumah Rabi'ah. Ketika itu terjadi dialog antara mereka dengan Rabi'ah tentang penyembahan terhadap Allah.
"Mengapa engkau menyembah Allah?", tanya Rabi'ah kepada salah seorang diantara mereka.
"Karena saya takut azab neraka", jawabnya singkat.
"Mengapa engkau menyembah Allah?", tanya Rabi'ah kepada yang lain.
"Saya menyembah Allah karena takut api neraka, dan ingin masuk ke dalam surga", jawabnya.
Rabi'ah menarik nafas panjang, kemudian berkata
" Alangkah buruknya seorang hamba yang menyembah Allah hanya karena mengharapkan surga dan ingin diselamatkan dari azab api neraka!"
Rabi'ah terdiam beberapa saat. Seakan-akan ia kecewa mendengar jawaban dari orang-orang saleh yang datang menghadapnya tersebut. Kemudian Rabi'ah kembali mengajukan pertanyaan,
"Seandainya surga dan neraka tidak ada, apakah kamu tidak akan menyembah Allah?"
Mereka saling memandang. Tidak menduga kalau Rabi'ah akan mengajukan pertanyaan yang sangat menyudutkan itu. Keadaan hening, tidak ada seorangpun yang berani angkat bicara. Kemudian ada salah seorang diantara mereka memecah keheningan.
"Wahai Rabi'ah, tolong jelaskan kepada kami mengapa hingga engkau menyembah kepada Allah!"
"Saya menyembah Allah karena mengharapkan keridaanNya. Nikmat dan anugerah yang telah diberikanNya kepadaku sudah cukup menggerakkan hatiku untuk menyembah dan beribadah kepadaNya", jawab Rabi'ah singkat.