karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mu-lah hendaknya kamu berharap (qs 94: 5-8)

28.11.11

siapa yang rugi?

 Ruginya orang handsome tak solat, Nabi Yusof yang handsome pun solat
Ruginya orang cantik tak solat, Saidatina Aisyah yang cantik pun solat
Ruginya orang kaya tak solat, Nabi Sulaiman yang kaya pun solat
Ruginya orang miskin tak solat, Nabi Muhammad yang miskin pun solat
Ruginya budak-budak tak solat, Hasan dan Husin budak pun solat

^.^  yuhuuu..
once tau posting ini di fb, dari seseorang,
jd ingat wkt ngaji di musola dulu2 wkt kecil.. hehe..

ternyata bukan cm solat ato nggak solat aja skrg masalahnya,
tp bgmn solat dg lbh baik,
shalat dengan sepenuh hati, shalat dengan niatan lillahi ta'ala,
shalat tepat waktu, shalat yang tertib, shalat berjamaah, ..bla..bla..bla..


untuk yang satu ini, solat tepat waktu
asshalatu ala waqtiha..


orang lapang solat tepat wkt itu nggak bikin heran,
orang sibuk tp menyempatkan solat tepat waktu, itu baru dapat thumbs up..
orang kerja belakang meja solat tepat waktu itu sudah sepatutnya,
tapi orang kerja lapangan mengusahakan solat tepat waktu, itu baru ruaarrrr biasa!!

betapa ironisnya lantas yang terjadi di luar sana,
bila siang datang menjelma,
bertepatan dengan azhan dhuhur datang menyapa,
berbondong2 orang menyambut panggilan makan,
sementara hanya segelintir yang datang memenuhi seruan Tuhan
fiuhh.. +.+
tapi itulah kenyataannya..

memang hati tak peduli mana tempat yang ditinggali,
orang kaya, orang miskin, orang cantik, orang cakep, orang .. mana-mana saja..
kuasa hati tak melihat siapa tuannya..

memang benar iman tak dapat diwarisi,
pewaris harta berlimpah
takkan mewarisi keimanan dari orangtuanya sepertimana ia mewarisi hartanya..
pemilik kecantikan
mgkn bisa mewariskan kecantikannya pada anak-keturunannya,
tapi belum tentu bisa mewariskan kebaikan dalam hatinya..

demikian halnya takwa,
bukan hanya datang begitu saja..
ia perlu dihadirkan, disapa dan senantiasa dijaga
untuk dapat tumbuh sempurna..

jadi, siapapun diri kita
marilah berbuat semampu kita
yang terbaik yang kita bisa
karena Allah tidak pernah melihat bungkus luar diri kita
melainkan isi dalam hati dan keimanan kita..